NewsTicker

Aktivis Pro-Palestina Serempak Kutuk Kesepakatan Normalisasi UEA-Israel

Aktivis Pro-Palestina Serempak Kutuk Kesepakatan Normalisasi UEA-Israel Foto Penguasa UEA, Trump dan Netanyahu

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM  Segera setelah pengumuman yang dibuat Trump dari ruang oval di gedung Putih mengenai tercapainya kesepakatan antara Uni Emirat Arab dan Israel untuk menjalin hubungan diplomasi secara penuh, kecaman para aktivis pro-Palestina membanjiri dunia maya.

Para aktivis ini secara serempak mengecam kesepakatan tersebut dan menolak pernyataan Abu Dhabi bahwa hal ini untuk mencegah aneksasi. Menekankan bahwa pernyataan itu adalah sebuah kebohongan besar dan hanya sebuah dalih untuk membuka kepada dunia hubungan yang selama ini terjalin secara rahasia antara kedua pihak.

BACA JUGA:

Sarah Leah Whitson, seorang aktivis pro-Palestina, juga turun ke Twitter untuk mengutuk kesepakatan itu, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan mengarah pada pengakuan apa pun atas hak-hak bangsa Palestina.

“Israel tidak akan secara resmi mencaplok dan menjalankan kedaulatan atas tanah (Palestina). Karena semua maksud dan tujuan untuk menjalankan kedaulatan atas NOL hak-hak rakyat Palestina,sudah dianeksasi,” tulisnya.

“UEA, seperti banyak negara Arab sebelumnya, menggunakan Palestina (dengan alasan bahwa kami menghentikan aneksasi!) Sebagai dalih untuk hubungan yang telah terjalin dengan Israel selama bertahun-tahun. Ini akan menggambarkan diri mereka (UEA) sebagai pahlawan pan-Arab yang membuat langkah berani demi kawasan,” kata Dalia Hatuga seorang aktivis, jurnalis, dan kolumnis untuk surat kabar Foreign Policy, Washington Post, dan beberapa lainnya dalam postingan di twitter.

BACA JUGA:

“Tidak ada yang “bersejarah” atau “terobosan” tentang perjanjian ini: Israel & UEA telah menjadi sekutu yang kuat secara diam-diam selama bertahun-tahun! Ini hanya membuat pertemanan itu menjadi terbuka (dimana ini masih menarik),” ujar analis politik Omar Badar dalam ‘quick thread’ nya di twitter.

“Israel tidak “menghentikan” aneksasi Tepi Barat (aneksasi SUDAH menjadi kenyataan de facto di lapangan). Israel hanya “menangguhkan” pengumumannya tentang kenyataan yang telah diberlakukan secara ilegal pada warga Palestina. SALAH untuk mengatakan Israel menangguhkannya atas permintaan UEA,” tambahny menekankan bahwa dalih penghentian aneksasi sebagai syarat kesepakatan hanyalah sandiwara.

“UEA telah menjadi teman Israel selama bertahun-tahun , UEA tidak pernah berada di kamp “Kemerdekaan Palestina” . Trump baru saja meminta mereka menandatangani beberapa dokumen untuk meningkatkan kampanye pemilihannya. Teman genosida “BESAR” Trump ini telah membantai warga Palestina dan Yaman setiap hari dengan dukungan militer dan politik AS,” ujar Hadi Nasrallah, komentator politik untuk urusan Timur Tengah.

 

Para aktivis Palestina lain dalam kecaman mereka juga secara seragam menekankan bahwa apa yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab tidak membawa hal positif apapun terhadap bangsa Palestina, masalah Palestina, maupun kemerdekaan Palestina. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: