NewsTicker

Menlu Israel-UEA mulai Gelar Pembicaraan Pasca Resmi Umumkan Hubungan Diplomatik

Menlu Israel-UEA mulai Gelar Pembicaraan Pasca Resmi Umumkan Hubungan Diplomatik Menlu Israel, Gabi Ashkenazi

Uni Emirat Arab, ARRAHMAHNEWS.COM Layanan telepon antara Uni Emirat Arab dan Israel mulai beroperasi pada Hari ini, Minggu (16/08) setelah kedua negara resmi membuka hubungan diplomatik yang sangat dikecam baik oleh bangsa Palestina maupun masyarakat Arab dan dunia.

Jurnalis Associated Press di Yerusalem dan Dubai mengatakan bahawa kini mereka dapat menelepon satu sama lain dari telepon rumah dan telepon seluler yang terdaftar dengan kode negara Israel +972 mulai dari sekitar pukul 1:15 siang.

BACA JUGA:

Lebih dari satu jam kemudian, para pejabat Emirat mengakui bahwa Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan telah menelepon mitranya dari Israel Gabi Ashkenazi.

Menteri Komunikasi Israel Yoaz Handel mengeluarkan pernyataan memberi selamat kepada Uni Emirat Arab karena telah menghapus berbagai pemblokiran atas Israel.

“Banyak peluang ekonomi akan terbuka sekarang, dan langkah membangun kepercayaan ini merupakan langkah penting untuk memajukan kepentingan negara,” kata Handel.

Juga hari pada Hari Minggu, situs web berita Israel yang sebelumnya telah diblokir oleh otoritas UEA, seperti Times of Israel, Jerusalem Post dan YNet, dapat diakses tanpa menggunakan sarana untuk membuka pemblokiran internet di Emirates.

Sebelumnya di UEA, sebuah federasi dari tujuh kerajaan di Semenanjung Arab, panggilan ke nomor +972 tidak dapat dihubungkan, kecuali dengan cara tertentu yang menembus pemblokiran.

BACA JUGA:

Uni Emirat Arab dan Israel mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah mencapai kesepakatan yang akan mengarah pada normalisasi penuh hubungan diplomatik. Langkah tersebut menuai kritik keras dari banyak negara Islam dan organisasi regional, terutama negara-negara poros perlawanan.

Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa kesepakatan pengkhianatan antara UEA dan Israel mengejar serangkaian tujuan, seperti melegitimasi rezim Zionis, melemahkan front perlawanan Palestina, membuat masalah Palestina dan al-Quds agar dilupakan, mempersiapkan landasan untuk implementasi dari apa yang disebut kesepakatan abad ini dan proyek-proyek baru Timur Tengah, dan membuka jalan bagi generalisasi hubungan antara dunia Arab dan penjajah Zionis.

IRGC menggarisbawahi bahwa perjanjian jahat seperti itu pasti gagal dan akan mempercepat proses penghancuran rezim Zionis, rezim pembunuh anak-anak. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: