NewsTicker

Parlemen Irak Serukan Sanksi Terhadap UEA atas Normalisasi dengan Israel

BAGHDAD – Koalisi Al-Fatah, salah satu partai utama di parlemen Irak, mengutuk keras kesepakatan normalisasi antara Abu Dhabi dan Tel Aviv, serta menyerukan sanksi terhadap pejabat UEA.

“Kami meminta semua negara Arab dan Islam untuk memberikan sanksi kepada penguasa UEA dan semua orang yang mengulurkan tangan kotor mereka kepada penjajah Zionis,” kata al-Fatah dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Koalisi Fatah juga mengutuk setiap normalisasi hubungan dengan Israel, dan memperingatkan bahwa langkah tersebut berarti pengakuan terhadap negera Israel.

Baca:

Pernyataan tersebut mengingatkan pada pembantaian rakyat Palestina dan pendudukan tanah mereka oleh rezim Israel selama 70 tahun terakhir, yang mengatakan bahwa berjabat tangan dengan Zionis berarti pengakuan atas semua kejahatannya.

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengumumkan kesepakatan yang ditengahi oleh pemerintahnya antara Isreal dan UEA yang katanya akan mengarah pada normalisasi hubungan antara keduanya.

Kritikus melihat kesepakatan itu sebagai upaya terbaru Trump untuk menyelamatkan kampanye kepresidenannya melawan Demokrat, Joe Biden.

Warga Palestina bereaksi dengan kaget dan cemas setelah Trump mengumumkan kesepakatan antara Uni Emirat Arab dan Israel untuk menormalisasi hubungan.

Kesepakatan itu menjanjikan normalisasi penuh antara kedua negara di bidang keamanan, pariwisata, teknologi dan perdagangan sebagai imbalan untuk menangguhkan rencana pencaplokan Israel di Tepi Barat.

Baik kepemimpinan Palestina dan publik dikejutkan dengan pengumuman pada hari Kamis.

“Kami sama sekali tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang perjanjian ini,” Ahmed Majdalani, menteri urusan sosial (PA) yang mengatakan kepada Al-Jazeera, menambahkan, “Waktu dan kecepatan kesepakatan ini mengejutkan, terutama terjadi saat perjuangan Palestina dalam keadaan kritis.”

Mantan menteri PA Munib al-Masri mencatat Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, yang memerintah Abu Dhabi selama lebih dari 30 tahun sebelum kematiannya pada tahun 2004, selalu menjadi pendukung kuat Palestina.

“Almarhum Sheikh Zayed adalah saudara bagi saya, saya tahu betapa dia bangga atas dukungannya untuk Palestina … Saya tidak pernah membayangkan bahwa dalam hidup saya, saya akan melihat hari di mana UEA akan menjual orang-orang Palestina demi kepentingan normalisasi,” kata al-Masri, sambil menekankan, “Ini sangat memalukan. Saya tidak percaya sampai sekarang.”

Pejabat Palestina lainnya mengumumkan meskipun berita itu datang dengan tiba-tiba, itu tidak terlalu mengejutkan.

“Kami tidak terlalu terkejut karena tentara Emirat tidak pernah berada di perbatasan untuk memerangi Israel,” kata Mustafa al-Barghouti, pemimpin Prakarsa Nasional Palestina dan anggota parlemen PA.

“Kami telah melihat langkah aneh baru-baru ini oleh UEA seperti penerbangan langsung ke Israel, dan ada kebocoran kesepakatan rahasia antara keduanya dalam hal kerja sama ilmiah dan ekonomi. Jelas bahwa itu adalah langkah awal untuk meredam kejutan kemarin,” dia menambahkan.

PA dan semua faksi Palestina, termasuk Hamas dan Jihad Islam, mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam perjanjian UEA-Israel. Para pemimpin Palestina yang berbicara dengan Al-Jazeera menyebutnya sebagai “tikaman dari belakang”.

“Kami sudah tahu bahwa telah terjadi normalisasi di bawah meja, tetapi untuk meresmikan dan melegalkannya pada saat kritis ini sangat mengejutkan. Ini merupakan tusukan di punggung kami dan punggung semua negara Arab,” kata Majida al-Masri, mantan menteri sosial PA.

BacaBungkam atas Normalisasi UEA-Israel, Arab Saudi Segera Menyusul?

Al-Barghouti menekankan kesepakatan itu “tidak memperkenalkan perubahan atau kemajuan apa pun, ini jauh dari perdamaian sejati”.

“Ini sebagai upaya untuk menegakkan ‘Deal of the Century’ yang bertujuan untuk melikuidasi hak-hak nasional Palestina. Itu merupakan pengingkaran hak-hak Palestina, Arab dan Islam,” lanjutnya.

Para pemimpin Palestina menyatakan kesepakatan itu adalah “hadiah gratis untuk Israel” dan dibuat untuk membantu terpilihnya kembali Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: