NewsTicker

Rusia: Penolakan Mentah-mentah Resolusi Anti-Iran AS Bukti Hukum Internasional Masih Ada

Rencana Embargo AS ke Iran Gagal Total Suasana Sidang DK PBB

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa penolakan yang hampir bulat dari Dewan Keamanan PBB untuk mendukung rancangan resolusi yang dibuat AS tentang perpanjangan embargo senjata terhadap Iran membuktikan bahwa hukum internasional masih ada.

Selama pemungutan suara Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang pada hari Jumat kemarin, AS hanya menerima dukungan dari Republik Dominika untuk resolusi anti-Irannya, meninggalkannya jauh dari jumlah minimum sembilan suara “ya” yang diperlukan untuk mengadopsi resolusi tersebut.

BACA JUGA:

Rusia dan China memberikan suara menentang rancangan resolusi dan 11 anggota Dewan Keamanan lainnya, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, abstain.

“Rancangan [resolusi] itu ditolak mentah-mentah oleh Dewan Keamanan. Hasil pemungutan suara ini menjadi pengingat bagi rekan-rekan AS bahwa hukum internasional masih ada,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Sabtu (15/08).

Ditambahkan bahwa penolakan anggota badan ini untuk mendukung rancangan resolusi menunjukkan bahwa semua resolusi Dewan Keamanan, termasuk Resolusi 2231 yang mendukung kesepakatan nuklir 2015 yang penting, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA),” harus ditaati oleh semua pihak, termasuk Washington, dan itu secara keseluruhan, tidak hanya di bagian-bagian yang sesuai dengan (AS)”.

BACA JUGA:

Kementerian itu menekankan bahwa AS sudah mengetahui sebelumnya jika resolusinya tidak akan mendapat dukungan.

Amerika Serikat, dalam beberapa bulan terakhir, meningkatkan dorongannya untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran melalui resolusi DK PBB, mengancam akan menggunakan ketentuan dalam kesepakatan nuklir 2015 yang penting, yang ditinggalkan Washington pada 2018, untuk memicu  pengembalian semua sanksi PBB terhadap Iran jika badan PBB tersebut gagal memperpanjang embargo.

Penandatangan kesepakatan yang tersisa, bahkan sekutu Washington sendiri, telah berulang kali mengingatkan AS bahwa mereka tidak lagi menjadi pihak JCPOA dan dengan demikian tidak dapat menggunakan ketentuan tersebut untuk memperbarui embargo atas Iran. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: