NewsTicker

Komentar Pedas China ke AS: Hentikan Sanksi atas Iran dan Kembali ke Jalan yang Benar

Komentar Pedas China ke AS: Hentikan Sanksi atas Iran dan Kembali ke Jalan yang Benar Jubir Kemenlu China, Zhao Lijian

China, ARRAHMAHNEWS.COM China telah meminta Amerika Serikat untuk mengakhiri sanksi “sepihak” terhadap Iran dan agar AS kembali ke jalan yang benar dengan menghormati perjanjian nuklir multilateral 2015 antara Teheran dan negara-negara besar.

Berbicara pada konferensi pers rutin di Beijing pada hari Senin (17/08), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan bahwa AS perlu meninggalkan unilateralisme serta sanksi sepihak, mengadopsi sikap yang masuk akal dan realistis, dan kembali ke jalur yang benar dalam menghormati perjanjian nuklir yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan menghargai keputusan Dewan Keamanan PBB.

BACA JUGA:

Menanggapi pertanyaan tentang upaya Washington yang gagal pada hari Jumat untuk memperpanjang embargo senjata PBB atas Iran, juru bicara itu mengatakan bahwa sebagian besar anggota dewan menentang kesalahan AS, dan berpendapat bahwa JCPOA serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang mendukung kesepakatan nuklir itu, harus “dijaga dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh”.

“Hasil pemungutan suara sekali lagi menunjukkan bahwa unilateralisme tidak lagi mendapat dukungan dan intimidasi akan gagal. Setiap upaya untuk menempatkan kepentingan sendiri di atas kepentingan bersama komunitas internasional menemui jalan buntu”, tambah Zhao.

Dewan Keamanan PBB hampir dengan suara bulat pada hari Jumat menolak untuk mendukung rancangan resolusi yang disponsori AS tentang perpanjangan embargo senjata terhadap Iran, yang akan berakhir pada bulan Oktober di bawah JCPOA.

BACA JUGA:

Selama pemungutan suara Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang, AS hanya menerima dukungan dari Republik Dominika untuk resolusi anti-Irannya, meninggalkannya jauh dari jumlah minimum sembilan suara “ya” yang diperlukan untuk adopsi.

Rusia, China (dua negara pemilik hak veto) yang juga pihak dalam JCPOA, memberikan suara menentang rancangan resolusi tersebut dan 11 anggota Dewan Keamanan lainnya, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, abstain. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: