NewsTicker

Polisi Tangkap Penggerak Penyerangan Midodareni di Pasar Kliwon, Solo

Polisi Tangkap Penggerak Penyerangan Midodareni di Pasar Kliwon, Solo Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak

Solo, ARRAHMAHNEWS.COMSeorang pelaku baru dalam kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan acara midodareni atau doa jelang pernikahan keluarga habib Umar Assegaf ditangkap oleh tim gabungan Polresta Solo pada Minggu (17/8/2020). Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pelaku yang ditangkap berinisial S. Pelaku merupakan penggerak dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (8/8/2020) lalu.

“Kami berhasil menangkap satu orang lagi berinisial S warga Pasar Kliwon Solo yang terlibat kasus kekerasan yang dilakukan oleh kelompok intoleran,” kata Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, usai kegiatan Apel Bersama di halaman parkir Stadion Manahan Solo, Selasa (18/8/2020).

BACA JUGA:

Apel bersama yang dipimpin Kepala Polda Jateng Ahmad Luthfi tersebut diikuti, tujuh Kapolres Solo Raya dan 468 personel gabungan jajaran Polresta Surakarta, Satuan Brimob Polda Jateng, Sat Brimob Den C Surakarta, dan Raimas Dit Samapta Polda Jateng.

Kapolres mengatakan pelaku S yang statusnya sudah dinyatakan tersangka tersebut ditangkap oleh tim gabungan di kawasan Pacitan, Jawa Timur, pada Minggu (16/8).

“Kami hingga sekarang sudah menangkap sebanyak 10 orang, dan enam di antaranya, sudah ditetapkan tersangka terlibat kasus aksi kekerasan. Pelaku S perannya salah satu penggerak aksi kekerasan yang dilakukan kelompok intoleran”, kata Kapolresta.

S yang ditangkap di Pacitan tersebut, kata Kapolres, langsung dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk proses hukum. S ini, sebagai penggerak dari salah satu kelompok yang turun di lokasi kejadian.

BACA JUGA:

“Kami tidak menyebut berapa orang yang terlibat kasus kekerasan itu, silakan untuk menyerahkan diri ke Polri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Kapolres.

Namun, kata Kapolresta, hingga sekarang belum ada kelompok intoleran yang menyerahkan diri ke Polres.

“Kami berjanji, akan diproses hukum semua pelaku yang terlibat aksi kekerasan itu. Kejadian aksi di Solo jangan sampai terulang lagi ke depan. Kami akan menegakkan hukum seadil-adilnya,” katanya.

Polri akan memberikan jaminan, rasa aman, dan adil di tengah masyarakat. Sejak tanggal 9 Agustus hingga sekarang sudah 10 orang yang ditangkap, dan 6 orang di antaranya, ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami akan limpahkan lima berkas perkara yang akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Surakarta, dalam penelitian berkas pertama. Kelimanya dikenai pasal 160, dan atau dan 170 KUHP, tentang Tindak Pidana menghasut dan mengajak terjadinya aksi kekerasan bersama sama, ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: