NewsTicker

Warbler Saudi: MbS Tekan Keluarga Kerajaan untuk Menerimanya Sebagai Raja

Warbler Saudi: MbS Tekan Keluarga Kerajaan untuk Menerimanya Sebagai Raja Putra Mahkota Saudi, MbS

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Mujtahid seorang whistleblower Arab Saudi, yang terkenal dengan cuitannya di twitter, mengungkapkan rahasia yang berseliweran di istana kerajaan dan keluarga penguasa Saudi, dan apa reaksi Putra Mahkota Mohammed bin Salman di hadapan para pengeran yang menolak untuk menerima mandat dari ayahnya.

Mujtahid -yang memiliki lebih dari 2 juta pengikut di twitter- mengatakan dalam sebuah tweet yang memicu kontroversi luas dan dipantau oleh surat kabar WatanSerb.com, bahwa ada kompromi antara MbS dan Amerika Serikat, memaksa keluarga yang menolaknya sebagai raja dengan pengumuman normalisasi.

BACA JUGA:

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa ada ketidaksepakatan antara kedua belah pihak, “Tapi di antara mereka ada perselisihan, mana yang lebih dulu. Amerika bilang normalisasi dulu. Bin Salman bilang baiat terlebih dahulu”.

Cuitan Mujtahid menyebabkan gelombang reaksi diantara para aktivis medsos, yang berinteraksi dengan akun terkenal dan mengetahui banyak rahasia dari lingkaran keluarga kerajaan tentang putra mahkota Saudi.

Terkait hal ini, akun dengan nama Dr. Silver Shadow mengatakan “Bin Salman terkait tahta, membaca situasi dan tidak menyerah sampai dia mengambil apa yang diinginkan. Ketika menyangkut rakyat dan keamanan, dia mendahulukan apa yang mereka perintahkan, mereka mengatakan kepadanya: Beri kami $ 500 miliar dan kami akan segera menghancurkan Iran. Dia memberinya dan setuju..! Dia tidak menghancurkan Iran, dia juga tidak melayani negaranya dan rakyatnya, dia juga tidak mengabdi untuk kepentingan bangsanya… bahkan sebaliknya”.

BACA JUGA:

Tweet Mujtahid bertepatan dengan kontroversial terbaru UEA dan Saudi terkait Israel. Kontroversial itu adalah pengkhianatan putra mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed terhadap rakyat Palestina dan Islam, terkait pengumuman perjanjian “Perdamaian” dengan Zionis Israel, dan dilanjutkan dengan normalisasi hubungan antara kedua negara.

Menurut media Israel, Arab Saudi dan Bahrain akan menjadi negara berikutnya yang akan mengumumkan perjanjian yang sama, tetapi Bin Zayed adalah yang paling berani, kata mereka. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: