Arab Saudi

Bin Zayed dan Bin Salman Rela Jual Al-Aqsha demi Takhta

Bin Zayed dan Bin Salman Rela Jual Al-Aqsha demi Takhta
Bin Salman dan Bin Zayed

Uni Emirat Arab, ARRAHMAHNEWS.COM Akhirnya, dengan uang minyak yang banyak, dua bocah laki-laki itu berhasil membeli (dukungan) banyak pemerintahan, pemimpin partai dan tokoh politik, serta banyak media di beberapa negara Arab. Mereka juga merekrut pasukan elektronik untuk mempermainkan nasib bangsa Arab, khususnya rakyat Palestina. Negara-negara Arab, yang hingga saat ini mendominasi kancah Arab, tidak mampu menghentikan kedua bocah itu.

Absurditas Bin Zayed dan Bin Salman, dua bocah yang berada dibawah pengawasan Presiden AS yang bodoh, Donald Trump, dan menantu laki-lakinya, Kushner, bisa dilihat melalui bagaimana mereka bahkan melakukan jual beli situs suci Islam di wilayah pendudukan Palestina, Masjid Al-Aqsa dan Al-Quds Al-Sharif, dengan imbalan meraih tahta Saudi dan Emirat.

BACA JUGA:

Bahkan sikap Israel yang terkenal sangat kejam, tidak lagi menjadi pertimbangan bagi dua bocah ini. Prinsip perdamaian demi takhta menjadi kepercayaan yang seolah suci. Bagi dua bocah ini, Amerika adalah Tuhan yang bisa membuat mereka mengambil alih kekuasaan dengan imbalan melepaskan kesucian Islam dan Al-Quds Al-Sharif.

Keyakinan arogan dua bocah ini diungkap oleh aktivis terkenal Saudi, Mujtahid, ketika ia mengindikasikan adanya kompromi antara Mohammed bin Salman dan Amerika terkait pengangkatannya sebagai raja. Bin Salman bisa menuntut Amerika untuk memaksa mereka yang menolak untuk bersumpah setia kepadanya agar melakukannya, dengan imbalan normalisasi dengan entitas Israel dan penjualan Yerusalem.

BACA JUGA:

Adapun bin Zayed, yang membuka jalan bagi bin Salman untuk menormalkan hubungan dengan entitas Israel, sangat percaya pada kemampuan musuh Israel untuk melindungi dan mendukungnya mencapai takhta dan mengubah Emirat menjadi seperti Israel di Teluk Persia.

Tetapi tampaknya kedua bocah itu lupa bahwa Mesir, yang empat puluh tahun lalu menandatangani perjanjian damai dengan Zionis, ditusuk dari belakang oleh rekan perdamaiannya sendiri, ketika rekannya itu, Israel, berkolusi untuk membuat kelaparan rakyat Mesir melalui kontribusinya dengan membangun Bendungan Renaisans di Ethiopia.

Kami tidak percaya Arab Saudi dan Emirates lebih hebat dari Mesir, atau lebih kuat dari Mesir. Sebaliknya, Arab Saudi dan Emirat jauh lebih lemah di hadapan belati Israel yang akan memotong mereka menjadi beberapa bagian. Israel tidak akan bisa hidup di dunia Islam, kecuali dengan memecah belah dunia ini, dan tragedi Sudan tidak jauh lagi dari kita. (ARN/Alalam)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: