NewsTicker

2 Pelaku Lagi Ditangkap Polisi, Otak Kasus Penyerangan Midodareni Solo Diduga Admin WAG

2 Pelaku Lagi Ditangkap Polisi, Otak Kasus Penyerangan Midodareni Solo Diduga Admin WAG Para tersangka pelaku penyerangan Midodareni Solo saat konferensi pers di Mapolresta Surakarta

Solo, ARRAHMAHNEWS.COM Polisi kembali menangkap dua orang pelaku penyerangan acara Midodareni di Solo. Pelaku berisial S alias J dan An alias H berhasil diamankan tim gabungan dari Polresta Surakarta bersama Ditreskrimum Polda Jateng. Aparat menduga aksi pengerusakan dan penganiayaan itu didalangi oleh BD selaku admin sebuah Whatsapp grup (WAG).

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan pengembangan kasus aksi kekerasan kelompok intoleran di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, sudah mengerucut ke otak pelakunya. Berdasarkan hasil keterangan para pelaku, kata Ade, aksi tersebut diduga digerakkan oleh BD.

BACA JUGA:

“BD, warga Solo, diduga sebagai otak pelaku aksi kekerasan. Sedangkan MM, MS, ML, RN dan S diduga terlibat sebagai pelaku pengeroyokan, penganiayaan dan perusakan terhadap orang maupun barang”, ujar Kapolres, Kamis (20/8/2020).

Menurut Ade, ajakan untuk melakukan aksi kekerasan bermula dari sebuah grup WA kelompok intoleran tersebut. Selaku admin, BD mengajak para pelaku yang juga anggota WAG itu untuk mendatangi TKP. Kapolres juga menyebut adanya komando untuk melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap orang maupun barang.

“Tersangka BD ini sebagai admin WAG mereka. BD melakukan ajakan, hasutan di grup WA terhadap anggota kelompok di grup itu,” kata Ade.

BACA JUGA:

Tim gabungan kembali menangkap dua pelaku berisial S dan An. Kedua warga Solo itu ditangkap di daerah Klaten, pada hari Kamis dini hari. Hingga saat ini, total sebanyak 12 orang yang diduga pelaku telah berhasil diamankan. Delapan di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres mengungkapkan, kedua pelaku S dan An sempat melarikan diri dan mencoba bersembunyi dengan berpindah-pindah lokasi. Keduanya sempat ke Karanganyar lalu ke Yogyakarta hingga akhirnya ditangkap di Klaten.  Dalam pelariannya, kedua orang itu juga mencoba menyamar dengan memotong rambutnya agar tak mudah dikenali oleh aparat.

Bersama pelaku lainnya, keduanya kini mendekam sebagai tahanan di Mapolresta Surakarta. Kapolres mengatakan, dari delapan tersangka, berkas lima orang pelaku sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk segera disidangkan.

“Empat (pelaku) masih didalami”, pungkas Kapolres. (ARN)

Sumber: 5News.co.id

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: