NewsTicker

Inikah Kejutan Trump di Bulan Oktober?

Inikah Kejutan Trump di Bulan Oktober? Donald Trump

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Mempertimbangkan bahwa AS di bawah pemerintahan Trump tidak memiliki satu keberhasilan pun dalam kebijakan luar negeri selama 3 ½ tahun masa jabatannya, dan bahwa presiden AS itu diproyeksikan akan kalah pada pemilu November mendatang, maka waktunya sudah matang untuk kesepakatan antara AS dan Iran.

Trump mengatakan hal itu akan terjadi setelah ia terpilih kembali, tetapi bisa jadi ini kejutannya untuk bulan Oktober nanti.

BACA JUGA:

Ada banyak hal yang dipertimbangkan. AS telah bersikap brutal kepada rakyat Iran dengan sanksi dan pembunuhan. Namun bukan hal yang aneh bagi negara adidaya itu untuk memeras sebanyak mungkin  rasa sakit dari negara lain sebelum terlibat dalam pembicaraan damai. Beberapa orang mengatakan butuh pemboman brutal di Vietnam Utara untuk membawa mereka ke meja perundingan damai.

Semua hampir seperti itu kecuali dengan Iran, Iranlah yang memegang kendali lebih baik. Trump menginginkan kemenangan dan hanya Iran yang memiliki kemampuan untuk memberikannya atau mempermalukannya di mata kebanyakan orang di AS, seperti yang pernah dilakukan Kim Il-jung.

Trump suka menganggap dirinya sebagai pembuat kesepakatan, namun pengalamannya di Washington hanyalah kegagalan. Ia bilang bahwa ia bisa memperbaiki segalanya, tetapi banyak hal sekarang justru lebih rusak daripada sebelumnya.

Sebagai CEO korporat, ia merasa bisa mendikte orang lain tentang ekspektasi dan tuntutannya, tetapi semua itu gagal dalam budaya legislatif yang tidak berfungsi serta di antara sekelompok pemimpin internasional yang memiliki pengalaman jauh lebih banyak dalam negosiasi daripada dirinya. Donald Trump merasa besar kepala pada hari pertama dia menjabat. Ini, adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Iran.

Langkah melewati batas Presiden Trump ke Korea Utara sama dengan Nixon ke China. Nixon berhasil, karenanya AS dan China sejak itu telah mengembangkan hubungan simbiosis yang dekat mengenai perdagangan, tetapi Trump gagal. Langkah Trump terhadap Korea Utara menjadi bumerang yang memalukan. Pengujian rudal sempat dihentikan untuk sementara waktu, tetapi kini, kita tidak berada dalam posisi berbeda dari sebelumnya.

BACA JUGA:

Para pemimpin Iran boleh berbesar hati karena setidaknya dia (Trump) tidak akan mengobarkan perang dengan mereka, tidak hanya karena betapa destruktifnya hal itu, tetapi karena kemungkinan rakyat Amerika akan melihatnya apa adanya, sebuah oportunisme politik, meskipun para pemimpin Partai Demokrat kemungkinan besar akan bingung apakah harus mendukungnya atau tidak (jika itu terjadi).

Sebenarnya akan lebih baik jika (Trump) mengirim sebuah tim ke Iran sebelum pemilihan, dan demi keuntungannya sendiri, dia harus melewati garis batas itu juga, seperti yang dilakukan Nixon. Bahkan jikapun itu tidak memberi keuntungan baginya.

Yang disayangkan adalah bahwa tim kebijakan luar negeri Biden juga sepertinya bertekad untuk melancarkan perang atau sanksi yang lebih besar (atas Iran). Tetapi jika Biden adalah pemenangnya di bulan November, dia akan kesulitan untuk memberi alasan bahwa kita harus melanjutkan hubungan permusuhan dengan Iran seperti sebelumnya. (ARN)

Myles Hoenig adalah seorang analis politik di Baltimore, Maryland. Dia mencalonkan diri di Kongres pada 2016 sebagai kandidat Partai Hijau. (ARN)

Penulis: Myles Hoenig

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: