NewsTicker

Rusia: Desakan “Ngawur” AS Picu Snapback, Ejekan Bagi Akal Sehat

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM – Rusia telah mengkritik desakan “ngawur” AS untuk memicu apa yang disebut ketentuan snapback dalam kesepakatan nuklir 2015, dimana Washington bertujuan untuk memberlakukan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran. Moskow mengatakan bahwa petualangan baru ini akan menarik reaksi internasional yang negatif karena ini adalah sebuah “ejekan” bagi akal sehat.

Perwakilan Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, membuat pernyataan tersebut dalam serangkaian tweet pada hari Rabu dan Kamis setelah Presiden AS Donald Trump mengarahkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk memberi tahu Dewan Keamanan PBB (DK PBB) tentang niat Washington untuk mengaktifkan mekanisme tersebut.

BACA JUGA:

“AS akan membuat kesalahan besar yang dapat berdampak sangat negatif tidak hanya untuk AS tetapi untuk PBB secara keseluruhan. Secara khusus, ini dapat menjadi titik balik bagi sarana yang tersedia untuk DK PBB seperti sanksi di bawah Bab Vii Piagam PBB. Petualangan yang sangat berisiko, ”kata Ulyanov.

Dia juga meramalkan bahwa langkah AS “akan berharga malah” bagi PBB dan Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang, menambahkan, “Saya pikir reaksi akan negatif karena ini adalah ejekan bagi akal sehat.”

“Upaya ngawur AS untuk memicu prosedur snapback telah memicu banyak rekomendasi tentang kemungkinan reaksi. Itu memberikan dorongan. Orang secara alami membenci ejekan bagi akal sehat dan menawarkan cara konkret untuk mengatasinya. Hubungan Internasional yang beradab memiliki peluang bagus untuk bertahan,” tambahnya.

BACA JUGA:

Pejabat Rusia itu juga menantang klaim AS bahwa mereka tetap menjadi peserta dalam kesepakatan nuklir 2015, mengutip pernyataan Trump pada Mei 2018 tentang penarikan negaranya dari kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

“AS mengklaim bahwa mereka masih menjadi “peserta JCPOA”. Agak tidak logis, termasuk mengingat Nota Kesepahaman Presiden AS tertanggal 8 Mei 2018 yang bertajuk “Menghentikan partisipasi AS dalam JCPOA,” ujarnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: