NewsTicker

Menteri Yaman: Kerugian Sektor Minyak akibat Agresi Saudi Capai Miliaran Dolar

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Perminyakan dan Mineral Yaman, Ahmed Abdullah Dars, menyatakan bahwa kerugian dalam sektor minyak dan mineral akibat agresi koalisi pimpinan Saudi sangat besar dan diperkirakan mencapai miliaran dolar karena banyak proyek raksasa di sektor ekonomi penting ini telah dihentikan.

“Koalisi agresi tidak puas dengan kerugian itu dan blokade terhadap orang-orang Yaman, tetapi (mereka juga) memaksa menahan kapal-kapal turunan minyak dan mencegah masuknya kapal-kapal itu ke pelabuhan Hodeidah dalam upaya untuk mempermalukan orang-orang ini,” kata Menteri Dars dalam pertemuannya pada hari Sabtu (22/08) dengan sejumlah perwakilan media.

Ia mengindikasikan bahwa tindakan pembajakan laut dan penahanan kapal minyak menuntut denda finansial yang besar yang harus ditanggung oleh warga.

Baca: Saudi Sita 13 Kapal Bermuatan Makanan dan BBM yang Menuju Yaman

Dars menunjukkan bahwa denda tersebut mencegah warga mendapatkan keuntungan dari penurunan harga bahan bakar yang telah disaksikan dunia, menunjukkan bahwa denda melebihi 101 juta dolar selama 2019 dan paruh pertama tahun ini.

“Kementerian akan mengakhiri prosedurnya untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap agresi yang dipimpin Saudi yang mewajibkan mereka membayar denda atas penundaan kapal minyak, terutama karena semua kapal ini telah memperoleh izin masuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tambah Dars.

Ia menyatakan penyesalan atas sikap diam Perserikatan Bangsa-Bangsa dihadapan praktik sewenang-wenang dan tindakan pembajakan laut oleh koalisi agresi dan penahanan kapal minyak yang terus berlanjut, menyebabkan bencana kemanusiaan atas rakyat Yaman.

Baca: Arab Saudi Tahan 22 kapal yang Bawa Bantuan Kemanusiaan ke Yaman

Menteri Perminyakan Yaman itu menegaskan bahwa sebagian besar sektor jasa terancam berhenti setiap saat karena kurangnya jumlah bahan minyak bumi dan solar.

“Lebih dari seribu bayi baru lahir dan bayi prematur terancam meninggal pada jam-jam pertama penghentian penyediaan produk minyak bumi ke rumah sakit, serta membahayakan nyawa ribuan pasien bergantung pada cuci darah,” tambahnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: