NewsTicker

Data Black Box Maskapai Ukraina: Penumpang Masih Hidup 19 Detik Pasca Dirudal

Data Black Box Maskapai Ukraina: Penumpang Masih Hidup 19 Detik Pasca Dirudal Black Box

Paris, ARRAHMAHNEWS.COM Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAOI) Touraj Dehqani Zanganeh mengatakan bahwa data yang dikumpulkan dari pesawat penumpang Ukraina yang jatuh telah dipublikasi untuk mencegah terulangnya insiden serupa, dan menekankan bahwa itu tidak boleh dipolitisasi.

Dehqani Zanganeh menekankan bahwa keterbukaan informasi kepada publik hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, dan tidak boleh digunakan untuk mempolitisasi isu tersebut.

Dia menambahkan bahwa data telah diambil di laboratorium Prancis dengan dihadiri perwakilan negara yang terlibat.

Baca:

Biasanya, data tidak dipublikasikan ke publik, tetapi dalam kasus Penerbangan 752, karena pejabat Iran telah menekankan perlunya transparansi, kami telah mengungkapkan detailnya, pejabat itu melanjutkan.

Dehqani Zanganeh melanjutkan, CVR telah merekam percakapan di kokpit pesawat Ukraina selama 19 detik setelah ledakan pertama yang menunjukkan bahwa awak dan penumpang masih hidup.

Tidak ada data yang tersedia saat rudal kedua menabrak karena kedua kotak hitam sebelumnya telah rusak dan berhenti merekam, tambahnya.

Dalam sambutan yang relevan pada minggu lalu, Duta Besar Iran untuk Ukraina Manouchehr Moradi mengatakan kompensasi untuk pesawat Ukraina, yang ditembak jatuh secara tidak sengaja di dekat Teheran pada bulan Januari, akan dibayar berdasarkan aturan dan hukum internasional.

“Seperti yang diangkat dalam negosiasi konstruktif baru-baru ini di Kyiv, setiap kompromi tentang kompensasi hanya akan didasarkan pada hukum internasional dan komitmen konvensi,” tulis Moradi di akun Twitter-nya pada Sabtu 15 Agustus.

Dia menambahkan bahwa Iran juga merupakan anggota dari konvensi tersebut dan dapat berkontribusi untuk penyelesaian masalah tersebut.

Sebuah pesawat penumpang Boeing 737 Ukraina secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh roket Iran di dekat Teheran pada 8 Januari 2020.

Itu terjadi setelah serangan teroris AS terhadap iring-iringan mobil Letnan Jenderal Qassem Soleimani, mendiang Komandan Pasukan Qods dan kawan-kawannya di dekat bandara Baghdad pada 3 Januari 2020.

Iran membalas operasi teroris AS dengan menyerang pangkalan udara Ain al-Assad AS di Irak. Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh mengakui kejadian itu karena human error.

Bulan lalu, delegasi Iran yang dikirim ke Paris untuk memecahkan kode kotak hitam pesawat Ukraina mengonfirmasi prosedur Biro Penyelidikan dan Analisis (BEA) untuk Keselamatan Penerbangan Sipil.

Delegasi Iran dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa tindakan teknis terkait decoding kotak hitam dari pesawat Ukraina penerbangan PS752 telah selesai di laboratorium BEA pada 23 Juli.

Proses decoding selesai di bawah pengawasan Iran dan dengan menggunakan peralatan dan ahli Prancis.

Selain delegasi Iran, perwakilan National Transportation Safety Board (NTSB) dan Boeing selaku desainer pesawat, Ukraina selaku pengguna pesawat dan Prancis selaku negara yang mempresentasikan layanan teknis turut hadir dalam proses tersebut.

Perwakilan dari Swedia, Inggris dan Kanada bersama dengan perwakilan ICAO berpartisipasi dalam prosedur decoding kotak hitam.

Data yang diterjemahkan akan digunakan untuk menyelesaikan informasi dan menyajikan saran keamanan untuk mencegah kecelakaan di masa mendatang.

Baca:

Dalam sambutan yang relevan pada awal bulan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Hukum dan Internasional Mohsen Baharvand mengatakan bahwa delegasi Iran akan mengunjungi Kiev untuk membahas masalah tersebut dengan pihak Ukraina.

Sebagai negara tempat terjadinya musibah tragis tersebut, Iran telah melakukan yang terbaik berdasarkan regulasi internasional dan domestik serta Konvensi Chicago tentang Penerbangan Sipil Internasional untuk mengatasi masalah tersebut, tambahnya.

Baharvand menegaskan bahwa perwakilan Iran di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengadakan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan ini dan Organisasi Penerbangan Sipil Iran telah melakukan kontak dengan negara lain melalui konferensi video tetapi wabah virus corona menyebabkan banyak penundaan dalam prosesnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: