Internasional

Alasan Dibalik Kegelisahan Inggris atas Kemenangan Houthi di Marib

Alasan Dibalik Kegelisahan Inggris atas Kemenangan Houthi di MaribAlasan Dibalik Kegelisahan Inggris atas Kemenangan Houthi di Marib
Militer Inggris di Marib

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Situasi pertempuran di front Marib semakin membuat gusar para pendukung teroris. Perkembangan di lapangan menunjukkan kekuatan Tentara Yaman dan Komite Rakyat melawan tentara bayaran dan teroris. Tentara Yaman dan Komite Populer akan memulihkan kota Marib setelah memberlakukan blokade yang ketat dari tiga sumbu. Kemenangan militer selama beberapa hari terakhir, telah memperburuk situasi di tengah barisan komandan tentara bayaran dan teroris.

BACA JUGA:

Kantor Pers Yaman melaporkan beberapa jam terakhir, bahwa Pasukan Sana’a bertempur sengit melawan di wilayah barat laut kota. Mereka berhasil mengendalikan beberapa situs militer penting dan mendekati pusat kota. Sumber menunjukkan bahwa Pasukan Sana’a mampu menguasai jalan utama yang menghubungkan distrik Medghal dan Kamp Mas, setelah mereka membersihkan situs militer dari teroris.

Di distrik Raghwan, sebelah barat kota Marib, mereka berhasil membersihkan wilayah Asdar Raghwan. Di bawah kaki pegunungan Al-Mukhdara, Tentara Yaman dan Komite Populer mampu menggagalkan serangan besar-besaran terhadap wilayah Al-Deeq. Ini menyebabkan kematian dan cedera puluhan pemimpin dan perekrut, termasuk Syekh, Ali Mohammed Dabsh dan Abdullah Rabeesh Medraj.

Kecemasan Inggris 

Kemenangan militer besar Pasukan Sana’a di front Marib membuat pemerintah Inggris untuk pertama kalinya mengungkapkan dukungan dan hubungan terselubungnya dengan para pemimpin partai Islah, yang baru-baru ini didukung oleh militan Al Qaeda dan ISIS. Duta Besar Inggris untuk Yaman mengkonfirmasi dalam tweet, Selasa, bahwa pemimpin partai Islah dan gubernur pemerintah Hadi di Marib, Sultan Al-Arada, melakukan panggilan telepon dengannya, dan menjelaskan keruntuhan besar.

BACA JUGA:

Duta Besar Inggris untuk Yaman, Michael Aaron, tidak menyembunyikan kekesalan negaranya tentang kemajuan militer yang menyerukan untuk segera menghentikan.

Al Qaeda dan ISIS di Marib

Seperti yang diharapkan, para pemimpin Partai Islah mendukung milisi mereka di Marib bersama mereka yang melarikan diri dari Al Qaeda dan ISIS. Mereka kehilangan benteng utama di Qifah dan Yakla, provinsi Al-Bayda, dan kemudian Marib menjadi tempat perlindungan terakhir teroris.

Syekh, Hamad Al-Shabwani Al-Obaidi, mengungkapkan, dalam sebuah postingan di situs Facebook, pada Minggu malam lalu, bahwa Syekh Mabkhout bin Nasser Al-Sharif, ketua partai Islah di Marib, menjamu sejumlah pangeran Al Qaeda dan Organisasi ISIS di rumahnya di Ubaidah.

Al-Shabwani menambahkan bahwa para pangeran Al-Qaeda dan ISIS yang melarikan diri dari wilayah Qifah muncul di Lembah Ubaidah dengan senjata ringan dan sedang serta alat peledak. Sumber-sumber lokal di Marib membenarkan bahwa militan Al Qaeda dan ISIS muncul di wilayah Lembah Ubaidah. Beberapa di antaranya mengenakan sabuk peledak yang menimbulkan teror di kalangan warga.

Di depan distrik Mahliya di selatan Marib, Tentara dan Komite Populer berhasil menggagalkan kemajuan besar tentara bayaran dan teroris yang terkepung di daerah Al-Amoud menuju daerah Kolah Hada dan Al-Rakhim untuk menghindari jatuhnya pusat distrik.

Sumber menambahkan, setelah Pasukan Sana’a berhasil menggagalkan, mereka berhasil membersihkan kawasan Wassila Hada, yang memperketat blokade terhadap pasukan mush di kawasan Al-Amoud, pusat distrik Mahliya.

Sumber-sumber tersebut memastikan bahwa serangan teroris yang gagal tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka dalam pertempuran di wilayah Wassila Wahda, distrik Mahliya. Sedangkan nasib sejumlah pimpinan teroris masih belum diketahui. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: