NewsTicker

20 Tentara Saudi Tiba di Pangkalan AS di Timur Laut Suriah

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COMArab Saudi mengerahkan hampir dua lusin pasukan tempur ke pangkalan militer yang dikelola AS di provinsi Hasakah, timur laut Suriah. Riyadh dan beberapa sekutu regionalnya bersaing dengan Amerika Serikat untuk menjarah sumber daya alam negara yang hancur.

Kantor berita al-Mayadeen Lebanon, mengutip sumber informasi, melaporkan bahwa 20 tentara Saudi, yang dipimpin oleh seorang perwira bernama Saud al-Joghaifi, tiba di pangkalan AS di kota Shaddadi pada hari Rabu.

BACA JUGA:

Sumber itu menambahkan bahwa pasukan Saudi disertai dengan konvoi pasukan pimpinan AS dari koalisi yang konon mundur dari Kamp Taji, terletak 20 kilometer (12 mil) di utara ibukota Baghdad, pada awal minggu ini.

Kembali pada 21 Desember tahun lalu, sumber-sumber lokal menginformasikan, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan kepada kantor berita resmi Turki, Anadolu, bahwa puluhan tentara Saudi telah tiba di ladang minyak Omar, provinsi timur Suriah Deir Ezzor dengan helikopter.

Sumber tersebut menambahkan bahwa pasukan ditugaskan menjaga ahli Saudi dan Mesir, yang telah tiba di fasilitas energi seminggu sebelumnya dan diyakini bekerja untuk perusahaan minyak raksasa milik negara Arab Saudi, Aramco.

Laporan tersebut mencatat bahwa penempatan tentara Saudi ke ladang minyak bertepatan dengan kedatangan sekitar 30 truk yang dilengkapi dengan mesin penggali dan pengeboran.

BACA JUGA:

Sumber tersebut mengatakan kendaraan telah memasuki wilayah Suriah dari Irak utara, dan tentara Saudi ditempatkan di daerah perumahan dekat ladang minyak Omar yang konon menampung pasukan Amerika.

Sejak akhir Oktober 2019, Amerika Serikat telah mengerahkan kembali pasukan ke ladang minyak yang dikendalikan oleh pasukan Kurdi di Suriah Timur.

Kehadiran pasukan AS di Suriah timur telah membuat kesal warga sipil, dan penduduk setempat dalam beberapa kesempatan telah menghentikan konvoi militer Amerika memasuki wilayah tersebut.

Suriah, yang tidak mengizinkan kehadiran militer AS di wilayahnya, mengatakan Washington “menjarah” minyak negara itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: