NewsTicker

Revolusi Keluarga Kerajaan Melawan Putra Mahkota Sedang Berlangsung

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammedi bin Salman

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM  Ria News Agency menerbitkan sebuah laporan, yang membeberkan tentang pembentukan kebijakan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk front oposisi yang kuat di antara sepupunya, setelah kampanye yang dia luncurkan untuk menyingkirkan lawan-lawannya di Riyadh, gagal.

Dalam laporannya, mengatakan bahwa kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengarah pada terbentuknya gerakan oposisi yang kuat di antara sepupunya. Sumber yang dekat dengan penentang keputusan di Arab Saudi mengkonfirmasi bahwa kampanye pembersihan yang menargetkan lawan politik MbS di Riyadh tidak menetralkan penolakan terhadap rezim saat ini di jajaran keluarga Al Saud, dan ini dirasakan sendiri oleh Mohammed bin Salman.

BACA JUGA:

Dan menambahkan bahwa situs yang dekat dengan sumber Saudi berbicara tentang permusuhan yang menyerupai suasana perang, di antara anggota keluarga Al Saud. Sepupunya masih menolak untuk mengakui legitimasi MbS sebagai putra mahkota menggantikan Mohammad bin Nayef dari posisinya pada tahun 2017. Ini indikasi menguatnya kampanye melawan putra Raja Salman ini.

Situs tersebut juga menyinggung Mohammed bin Nayef, mantan putra mahkota, ditangkap pada musim semi lalu, bersama dengan sekelompok pejabat, seperti Pangeran Ahmed, saudara laki-laki Raja Salman, yang baru saja kembali dari pengasingannya.

Mengutip laporan “Middle East Eye”, bahwa penangkapan ini terkait dengan rencana pemindahan kekuasaan, yang akan dilaksanakan tahun ini dari Raja Salman ke putranya MbS.

Analis yang memperhatikan perpolitikan Arab Saudi mengkonfirmasi bahwa kekuatan oposisi di dalam cabang keluarga Al Saud masih ada, tetapi informasi tentang mereka tetap hanya spekulasi. Saat ini, hanya kampanye tekanan terhadap Putra Mahkota Mohammed bin Salman di luar Arab Saudi yang berhasil.

Kampanye ini dipimpin oleh Saad Al-Jabri, mantan asisten menteri dalam negeri dan salah satu tangan Mohammed bin Nayef. Dia diketahui bertanggung jawab atas file anti-terorisme. Beberapa hari yang lalu, Al-Jabri telah mengajukan gugatan terhadap Putra Mahkota di pengadilan Amerika, muncul beberapa informasi yang mengindikasikan adanya komplotan untuk membunuhnya di Kanada.

BACA JUGA:

Padahal, regu eksekusi milik Mohammed bin Salman melakukan perjalanan misi untuk membunuh Saad al-Jabri, hanya dua minggu setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul. Namun, kelompok ini diketahui dinas keamanan Kanada pada waktu yang tepat.

Menurut situs Rusia, Mohammed bin Salman memahami fakta bahwa ada gerakan oposisi yang kuat terhadap kebijakannya, setidaknya di luar kerajaan. Oleh karena itu, beberapa outlet media baru-baru ini mengindikasikan bahwa dia membatalkan pertemuan bersejarah dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Washington, yang dijadwalkan pada minggu depan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: