NewsTicker

Faksi-faksi Palestina Kecam Penerbangan Pertama Israel-UEA

Cuitan Twitter kecam Penerbangan Israel di UEA

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Faksi-Faksi politik Palestina bereaksi dengan marah atas penerbangan resmi pertama delegasi Israel ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk menyelesaikan perjanjian normalisasi yang baru-baru ini dicapai.

Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh mengatakan bahwa bangsa Palestina “sangat terluka” melihat pesawat Israel mendarat di UEA, menambahkan bahwa penerbangan itu adalah “pelanggaran yang jelas dan terang-terangan terhadap posisi Arab terkait konflik Arab-Israel”.

BACA JUGA:

Bangsa Palestina “berharap melihat pesawat Emirat mendarat di kota Yerusalem (al-Quds) yang dibebaskan,” katanya. “Tapi kita hidup di era Arab yang sulit”.

Shtayyeh juga memuji negara-negara Arab yang menolak meniru UEA dalam menormalisasi hubungan dengan rezim Israel.

“Dalam kesempatan ini, kami memuji sikap Arab yang menolak normalisasi dengan Israel”, katanya, “Arab menggagalkan perjalanan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo baru-baru ini meskipun ada tekanan di beberapa negara Arab”.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat menekankan bahwa perdamaian tidak dapat dicapai dengan mengingkari hak rakyat Palestina.

“Perdamaian bukanlah kata kosong yang digunakan untuk menormalkan kejahatan dan penindasan. Perdamaian adalah hasil dari keadilan”, cuitnya.

“Perdamaian tidak dibuat dengan menolak hak Palestina untuk hidup dan memaksakan rezim apartheid. Apartheid adalah apa yang Netanyahu maksud dengan perdamaian untuk perdamaian”.

BACA JUGA:

Demikian pula, gerakan perlawanan Hamas yang berbasis di Gaza mengatakan bahwa penerbangan Israel ke UEA mewakili “tusukan di punggung rakyat Palestina, pendudukan yang berkepanjangan, dan pengkhianatan terhadap perlawanan rakyat (Palestina)”.

Penerbangan komersial pertama dari Tel Aviv ke Abu Dhabi yang membawa pejabat dari Israel dan AS, termasuk menantu dan penasihat Presiden Donald Trump Jared Kushner, mendarat di ibu kota UEA pada hari Senin (31/08) lalu.

Penerbangan El Al, bernomor LY971 sebagai isyarat ke nomor kode panggilan internasional UEA, terbang melalui langit Arab Saudi, menandai pertama kalinya sebuah pesawat komersial Israel menggunakan wilayah udara kerajaan Saudi untuk penerbangan.

Delegasi Amerika dan Israel mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Emirat dalam upaya untuk memberikan sentuhan akhir pada kesepakatan 13 Agustus UEA-Israel untuk membangun hubungan diplomatik penuh.

Pejabat Palestina dan kelompok perlawanan mengungkapkan kemarahan mereka pada penerbangan itu dan mengecamnya sebagai tikaman di punggung bangsa Palestina. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: