NewsTicker

Kondisi Aktivis Wanita Saudi Memburuk di Penjara Pasca Mogok Makan karena Siksaan

Kondisi Aktivis Wanita Saudi Memburuk di Penjara Pasca Mogok Makan karena Siksaan Loujain Alhathloul

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Kondisi kesehatan seorang aktivis wanita Arab Saudi dilaporkan “sangat” memburuk di penjara, sejak ia memulai mogok makan sebagai protes atas penolakan pihak berwenang yang tidak mengizinkan kunjungan keluarganya.

Loujain Alhathloul ditangkap pada Mei 2018  bersama dengan 10 aktivis hak perempuan lainnya di Arab Saudi setelah ia memprotes sistem perwalian laki-laki kerajaan dan larangan mengemudi bagi perempuan.

BACA JUGA:

Ia masih tetap ditahan di balik jeruji besi, meskipun Riyadh dilaporkan telah melonggarkan aturan perwalian dan mulai mengizinkan wanita mengemudi.

“Orang tuaku mengunjungi Loujain hari ini. Ia melakukan mogok makan selama 6 hari setelah mengetahui bahwa beberapa tahanan diizinkan menelepon tapi dirinya tidak. Kesehatannya sangat memburuk selama mogok makan,” ujar adik Loujain, Lina memposting di akun twitternya pada hari Senin (31/08).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah keluarga itu mengeluh bahwa mereka tidak mendengar kabar darinya selama hampir tiga bulan.

BACA JUGA:

Tahun lalu, saudara laki-lakinya, Walid, mengatakan bahwa sewaktu dikunjungi orang tuanya, Loujain memberitahu mereka bahwa dia dicambuk, dipukuli, disetrum, dan dilecehkan secara seksual berkali-kali di ruang bawah tanah yang ia sebut “istana teror.”

“Setiap kali Loujain berbicara tentang sesi penyiksaan kepada orang tua saya, tangannya gemetar tak terkendali. Saya khawatir rasa sakit itu akan tinggal bersamanya selamanya,” tulis Walid di situs CNN saat itu.

Loujain lulus dari Universitas British Columbia pada 2013. Ia pertama kali ditangkap setahun setelahnya  dengan tuduhan melanggar larangan mengemudi dengan nekat melakukan perjalanan dengan mobilnya dari UEA ke Arab Saudi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: