NewsTicker

Vlogger Kanada Bongkar Kebohongan Media Barat soal Penindasan Muslim Uyghur

Vlogger Kanada Bongkar Kebohongan Media Barat soal Penindasan Muslim Uyghur Peta Xinjiang, China

Xinjiang, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang vlogger asal Kanada, Numuves, baru-baru ini megunjungi provinsi Xinjiang untuk membuat liputan secara langsung mengenai kondisi daerah yang oleh berbagai mainstream media digambarkan sebagai pusat penindasan pemerintah China terhadap muslim Uyghur dengan kamp kosentrasi dan berbagai pembatasannya, terutama di ibukotanya, Urumqi.

Numuves yang memulai kembali channel YouTubenya pada tahun 2019 untuk melawan informasi palsu dan propaganda dari berbagai media Barat, termasuk YouTube, mengatakan bahwa ia berharap konten yang diunggahnya akan menumbuhkan pemahaman dan mempromosikan perdamaian serta menghindarkan dari perang tidak perlu seperti apa yang pernah terjadi terhadap Irak, dimana kemudian terbukti bahwa tuduhan yang dijadikan landasan serangan Barat adalah kebohongan total.

BACA JUGA:

Dalam unggahan video yang terbagi menjadi tiga bagian dan bisa diakses langsung ke channelnya, Numuves menunjukkan berbagai aktivitas masyarakat Urumqi dari kacamata seorang vloger biasa, membantah narasi berbagai media yang menggambarkan Xinjiang, termasuk ibukotanya Urumqi, sebagai sebuah penjara terbuka oleh Pemerintah China yang kejam.

Videonya memperlihatkan kondisi lumrah di Urumqi, sebagaimana kondisi kota-kota di dunia pada umumnya, tidak ada operasi militer dimana-mana, tanpa ada pembatasan aktivitas, kamp konsentrasi, dan tanpa ada jam malam seperti yang dinarasikan berbagai media arus utama.

 

Numuves juga menunjukkan bagaimana ia bisa secara bebas merekam video tanpa ada larangan dan tanpa ada ekspresi aneh dari warga setempat, ia juga menunjukkan banyak anak kecil bermain dengan bebas, mempertanyakan narasi media yang menyebut bahwa wanita Uyghur dipaksa melakukan sterilisasi sehingga tak bisa memiliki anak. Keramaian kota mulai hari gelap hingga lewat tengah malam dalam videonya juga membantah pemberlakuan jam malam dan berbagai pembatasan.

Keceriaan penduduk juga terlihat di tempat-tempat keramaian seperti di pusat jajan dan di jalanan yang dipenuhi aneka makanan dan minuman halal.

BACA JUGA:

Bagaimanapun Numuves mengakui bahwa ia mengalami dilema saat membuat videonya mengenai Xinjiang, merasa cukup berat untuk membuktikan bahwa tuduhan atas China itu salah, karena membuktikan bahwa sesuatu yang “tidak ada adalah benar benar tidak ada” merupakan hal yang lebih sulit dari membuktikan sebaliknya.

“Saya mengalami dilema besar begitu saya mulai merekam di Xinjiang. Bagaimana cara membuktikan teori konspirasi China salah? Misalnya. bahwa TIDAK ADA kamp konsentrasi? Bahwa TIDAK ADA genosida yang terjadi? Berbicara secara logis, apakah mungkin untuk MEMBUKTIKAN sesuatu yang negatif? Seperti, bisakah saya BUKTIKAN bahwa alien TIDAK ADA?”  katanya dalam keterangan video.

“Saya menyadari bahwa apa pun pertanyaan yang saya ajukan, atau yang lebih penting apa pun JAWABAN dari orang-orang Uyghur, para ahli teori konspirasi (penyebar propaganda) itu tidak akan pernah puas,” tambahnya.

“Karenanya saya memutuskan untuk merekam secara normal dan melakukan wawancara secara normal dan membiarkan kalian memutuskan apakah warga Uyghur terlihat tertindas atau tidak,” ujarnya menyimpulkan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: