NewsTicker

Haniyeh: Rezim Israel Tak Miliki Masa Depan di Wilayah Palestina

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Ismail Haniyeh, kepala biro politik gerakan perlawanan Palestina, mengatakan bahwa rezim Israel tidak memiliki masa depan di wilayah Palestina.

Berbicara di ibu kota Lebanon, Beirut pada hari Jumat (04/09), Haniyeh mengatakan bahwa perlawanan Palestina akan berlanjut sampai pembebasan total semua tanah pendudukan Palestina dan kembalinya para pengungsi.

Ia mengatakan bahwa bangsa Palestina tidak akan menyerahkan sedikit pun tanahnya kepada rezim Israel, dimana ia juga mengatakan Israel tidak akan pernah diakui oleh Hamas.

“Israel adalah musuh kami, dan satu-satunya pilihan kami adalah perlawanan habis-habisan,” kata Haniyeh.

Baca: Ismail Qa’ani dan Haniyeh Bahas Rencana Perlawanan Kesepakatan Abad Ini Trump

Haniyeh juga mengatakan bahwa pertemuan itu membuka jalan bagi penguatan persatuan Palestina. Ia mengatakan pertemuan itu “mendefinisikan prioritas strategis Palestina dimana yang paling utama diantaranya adalah tidak akan menyerahkan hak untuk kembali bagi pengungsi Palestina.

Haniyeh juga berjanji untuk membalas semua kejahatan Israel, dengan mengatakan bahwa rezim itu tidak akan bisa lolos dari kejahatan tersebut.

Ia mengatakan bahwa perlawanan telah memperluas jangkauan misilnya. “Rudal kami dapat mencapai Tel Aviv dan sekitarnya,” tambahnya.

Baca: Haniyeh: Israel Berusaha Ciptakan Perpecahan Diantara Orang Palestina

Pertemuan Kamis itu diikuti oleh Ziyad al-Nakhalah, pemimpin Jihad Islam, kelompok perlawanan Palestina yang sebagaimana Hamas, bermarkas di Jalur Gaza yang diblokade Israel. Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga berpidato dalam pertemuan itu melalui tautan video dari kota Ramallah di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pertemuan itu terjadi setelah Israel dan Uni Emirat Arab bulan lalu mencapai kesepakatan normalisasi, yang telah dikecam oleh Palestina sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mereka. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: