NewsTicker

Sudan Dilanda Banjir Terparah selama Beberapa Dekade

Sudan Dilanda Banjir Terparah selama Beberapa Dekade Banjir Parah di Sudan

Sudan, ARRAHMAHNEWS.COM Sudan dilanda banjir terparah dalam beberapa dekade, dengan curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya menyebabkan Sungai Nil Biru dan Putih menerobos tanggul di ibu kota Khartoum.

Banjir tersebut menewaskan sedikitnya 100 orang, mempengaruhi lingkungan permukiman, merusak rumah, dan mengganggu pasokan listrik dan air.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

BACA JUGA:

Hujan, yang dimulai pada akhir Juli, terus memburuk di seluruh negeri, mencapai puncaknya minggu lalu. Pada akhir pekan, pihak berwenang menyatakan seluruh negeri sebagai daerah bencana alam, memberlakukan keadaan darurat tiga bulan sementara ribuan sukarelawan bergabung dengan personel pertahanan sipil dalam operasi penyelamatan.

Pihak berwenang mengatakan bahwa 50 orang terluka dan 100.000 rumah rusak atau hancur di seluruh negeri. Sebanyak 500.000 orang telah terkena dampak, serta 43 sekolah dan lebih dari 2.000 pusat kesehatan rusak.

BACA JUGA:

Kerusakan itu mengingatkan akan potensi kehancuran yang bisa dihadapi Sudan jika ada kerusakan struktural di bendungan pembangkit listrik tenaga air besar-besaran yang sedang dibangun oleh negara tetangga, Ethiopia.

Sudan berulang kali menuntut para ahli dari Khartoum dan ibu kota Ethiopia Addis Ababa untuk bekerja sama erat dalam pengoperasian Bendungan Renaisans Besar Ethiopia, atau Gerd, yang hanya berjarak 19 kilometer dari perbatasan timurnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: