NewsTicker

Lavrov: Perang Lawan Terorisme akan Terus Berlanjut di Suriah

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa kunjungannya bersama delegasi Rusia didedikasikan untuk membahas prospek masa depan pengembangan hubungan Rusia-Suriah dan membahas situasi di Suriah, di kawasan, dan dunia, menegaskan bahwa perang melawan terorisme di Suriah akan tetap berlanjut.

Suriah telah memperoleh kemenangan dalam perangnya melawan terorisme internasional dan pasukan asing yang mendukung mereka. Terkait hal ini, Lavrov menggarisbawahi ketidakpuasan semua kekuatan asing dengan perkembangan positif di Suriah. Ia menyebut bahwa kekuatan-kekuatan asing ini berupaya untuk mencoba mencekik rakyat Suriah, menambahkan bahwa untuk meloloskan skema mereka di Suriah, mereka menargetkan orang-orang Suriah dengan sanksi.

Lavrov melanjutkan dengan mengatakan, “kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah, dan penghormatan kami terhadap prinsip yang menegaskan bahwa bangsa Suriah adalah satu-satunya yang berhak menentukan masa depan negara mereka.

Baca: Rusia-Suriah Raih Kesepakatan 40 Proyek Baru

Lavrov mengatakan bahwa semua dokumen yang dihasilkan dari perundingan Astana dan perjanjian bilateral telah menegaskan komitmen Turki dan Rusia untuk mengjaga keutuhan wilayah Suriah.

Dalam konteks yang sama, Lavrov mengatakan, “Kami membahas secara rinci dengan presiden al-Assad situasi di lapangan dan kami menemukan bahwa ada situasi yang relatif tenang dan pekerjaan harus dilakukan untuk mengkonsolidasikan pendekatan ini.

Baca: Turki Kerahkan Tank ke Suriah, Rusia Kirim Rudal Canggih Penghancur Kendaraan Lapis Baja

“Tentu saja ada perbedaan sikap Moskow, Teheran dan Ankara terhadap krisis di Suriah, tetapi apa yang mengumpulkan negara-negara ini adalah upaya untuk mencegah terulangnya skenario Irak dan Libya, dan pekerjaan kami ada dalam kerangka jalur Astana yang menekankan pada keniscayaan untuk menghormati kedaulatan dan kemerdekaan, persatuan dan integritas teritorial Suriah dan pentingnya mencegah pihak asing mencampuri urusan dalam negeri Suriah serta hasutan eksternal untuk agenda separatis, tetapi subjek pemilihan Presiden adalah sebuah keputusan berdaulat, ujarnya.

Sebelumnya, al-Moallem, yang merupakan ketua pihak Suriah untuk Komite Pemerintah Bersama Suriah-Rusia untuk kerjasama ekonomi, komersial, ilmiah dan teknis, bertemu Borisov dan Lavrov dan mengadakan konferensi pers bersama. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: