NewsTicker

Analis: Sepak Terjang Politik Macron di Kawasan Patut Dicurigai

Analis: Sepak Terjang Politik Macron di Kawasan Patut Dicurigai Reza Sadr al-Hosseini

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Dalam diskusi panel di sebuah saluran berita Iran, Mehr News Agency, pakar politik dan analis isu Asia Barat, Reza Sadr al-Hosseini memperingatkan tentang tindakan Presiden Prancis yang mencurigakan di kawasan.

Sadr al Hosseini tidak menolak kemungkinan bahwa Emmanuel Macron bertindak seperti ini dengan menerima dukungan dari Zionis dengan tujuan untuk membuka jalan bagi pembangunan pipa energi dari Irak ke Tanah pendudukan.

BACA JUGA:

Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah perjalanan dua hari ke ibu kota Lebanon, Beirut, tiba di Baghdad pada minggu lalu. Media resmi Irak mengatakan bahwa presiden Prancis itu akan membahas kerja sama militer yang lebih dekat dengan para pejabat Irak.

Sedangkan mengenai pemilu AS mendatang, Analis Sadr Al-Husaini tersebut mengatakan, “Saat ini, jajak pendapat menunjukkan bahwa Joe Biden lebih unggul dari Trump, tetapi ada kemungkinan bahwa di hari-hari menjelang pemilu, Trump akan mengambil langkah-langkah untuk memenangkan pemilu, termasuk mengumumkan penemuan vaksin virus corona.

Kita juga baru-baru ini melihat bahwa ia menormalisasi hubungan rezim Zionis dan dengan negara-negara di kawasan, yang (dianggapnya) akan berkontribusi pada kemungkinan kemenangannya dalam pemilihan”.

“Selain itu, mengingat karakteristik Joe Biden, ada kemungkinan dia tidak akan bisa mengatasi Trump dalam debat pemilu, dan ini bisa mengarah pada peluang Trump untuk memenangkan pemilu Presiden. Namun, pemilihan salah satu dari dua individu ini tidak akan mengubah kebijakan Iran terhadap Amerika Serikat,” jelasnya.

BACA JUGA:

Beberapa ahli meyakini presiden Amerika tidak pernah tidak berperang. Ketika ditanya tentang kemungkinan aksi militer Trump terhadap Iran untuk memenangkan pemilu, Sadr al Hosseini menolak kemungkinan tersebut dan berkata.

“Pertama, Amerika menyadari kemampuan Iran untuk menanggapi serangan militernya. Kedua, situasi kawasan, masalah ekonomi dan internal Amerika Serikat tidak memungkinkannya melakukan tindakan seperti itu untuk melancarkan serangan militer ke Iran. Mereka sangat menyadari kekuatan militer Iran, pengaruhnya di kawasan, dan kekuatan soft power-nya, dan mereka tahu bahwa Iran sama sekali berbeda dari semua negara yang pernah diserang Amerika Serikat”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: