NewsTicker

VIDEO: Konvoi Wapres Aghanistan jadi Sasaran Bom, 10 Orang Tewas

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah bom pinggir jalan yang menargetkan konvoi Wakil Presiden Pertama Afghanistan Amrullah Saleh, meledak pada Rabu pagi (09/09). Juru bicaranya menyampaikan bahwa Saleh lolos dari serangan itu tanpa cedera.

Awalnya, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Tariq Arian, mengatakan sedikitnya dua warga sipil tewas, tetapi jumlah korban tewas kemudian meningkat menjadi 10. Kementerian itu mengatakan sedikitnya 15 orang terluka.

Taliban, yang telah berjanji untuk tidak melancarkan serangan di daerah perkotaan berdasarkan kesepakatan dengan Amerika Serikat, membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam sebuah video yang diposting di Facebook segera setelah ledakan, Saleh, dengan perban di tangan kirinya, mengatakan bahwa ia sedang dalam perjalanan ke kantornya ketika konvoinya diserang.

Baca: KEJI! Militan Serbu RS Bersalin di Kabul, Tewaskan Bayi dan Ibu Mereka

“Saya baik-baik saja tetapi beberapa pengawal saya terluka. Anak saya, yang berada di dalam mobil bersama saya, dan saya baik-baik saja,” kata Saleh.

“Saya mengalami luka bakar di wajah dan tangan saya. Ledakannya kuat.”

‘Upaya Keji Teroris Gagal’

Saleh, mantan kepala intelijen dan seseorang yang terang-terangan tidak menyukai Taliban, telah selamat dari beberapa upaya pembunuhan, termasuk di kantornya tahun lalu menjelang pemilihan presiden yang menewaskan 20 orang.

Baca: Taliban Afghanistan Umumkan Gencatan Senjata 3 Hari Selama Idul Adha

“Upaya teroris yang kejam ini telah gagal dan Saleh selamat dari pemboman hari ini di Kabul,” kata juru bicara Saleh, Razwan Murad, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Jalan-jalan di sekitar lokasi pemboman ditutup.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Arian, mengatakan ledakan itu juga menyulut kebakaran besar di daerah dimana terdapat toko-toko menjual tabung gas untuk digunakan dalam pemanas rumah dan memasak. Dia khawatir angka korban bisa meningkat lebih jauh.

Jurnalis Naseer Rahin di Kabul mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tidak ada yang mengaku bertanggung jawab langsung atas pemboman yang terjadi tepat sebelum pembicaraan damai yang telah lama ditunggu antara pemerintah Afghanistan dan Taliban di ibu kota Qatar, Doha. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: