NewsTicker

Yayasan Mandela Kecam Hinaan Rasis Trump atas Para Pemimpin Kulit Hitam

Yayasan Mandela Kecam Hinaan Rasis Trump atas Para Pemimpin Kulit Hitam Foto Nelson Mandela dan Donald Trump

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela membalas pernyataan menghina Presiden AS Donald Trump yang meremehkan para pemimpin dunia kulit hitam, termasuk mendiang ikon anti-apartheid tersebut.

The Washington Post melaporkan pada akhir pekan lalu bahwa Michael Cohen, mantan pengacara pribadi Trump, dalam buku barunya membuka rahasia bahwa presiden AS itu telah menggambarkan Mandela sebagai pemimpin yang buruk dan mengatakan bahwa Afrika Selatan memburuk di bawah pemerintahannya.

BACA JUGA:

Cohen menulis dalam buku setebal 432 halaman, yang akan diterbitkan minggu ini, bahwa Trump menggunakan umpatan kepada Mandela dengan kata-kata tidak senonoh setelah wafatnya pada tahun 2013 dan berkata bahwa Mandela mengacaukan seluruh negeri.

Nelson Mandela Foundation mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs webnya pada hari Senin bahwa, “Kami tidak percaya bahwa para pemimpin yang berperilaku seperti yang dilakukan Trump berada dalam posisi layak untuk memberikan komentar tentang kehidupan dan pekerjaan” Mandela.

Menmbawa kutipan dari mantan presiden Afrika Selatan tentang kepemimpinan, yayasan tersebut berkata, “Seorang pemimpin yang baik dapat terlibat dalam debat secara terus terang dan menyeluruh, mengetahui bahwa pada akhirnya ia dan pihak lain harus lebih dekat, dan dengan demikian muncul lebih kuat. Kalian tidak bisa memiliki gagasan itu jika kalian sombong, berpikir dangkal, dan tidak tahu apa-apa”.

“Kami sarankan Trump untuk merenungkan kata-kata ini,” tambah yayasan tersebut.

Mandela menjabat sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan dari tahun 1994 hingga 1999. Ia juga menjadi kepala negara terpilih pertama dalam pemilihan demokratis yang sepenuhnya representatif di negara tersebut. Pahlawan anti-apartheid itu meninggal pada tahun 2013.

BACA JUGA:

Cohen dalam bukunya tentang juga membongkar kebencian obsesif Trump terhadap mantan Presiden AS Barack Obama, dan mengklaim bahwa Trump pernah berkata sambil mengomel tentang Obama, “Katakan padaku satu negara yang dijalankan oleh orang kulit hitam yang tidak seperti lubang kotoran . Mereka semua adalah toilet sialan”.

Mantan pengacara pribadi Trump itu mengungkap bahwa presiden AS saat ini meremehkan minoritas, dan calon dari Partai Republik itu mengatakan selama kampanye presiden 2016 bahwa dia tidak akan memenangkan suara Hispanik.

Cohen, yang merupakan saksi dekat urusan bisnis Trump, telah berselisih dengan presiden AS tersebut sejak mengaku bersalah pada 2018 atas penipuan keuangan dan berbohong kepada Kongres. Dia saat ini menjalani hukuman tiga tahun.

Trump menyebut Cohen sebagai “tikus” dan pembohong, dan mantan pengacara kepresidenan itu mengatakan dia berulang kali menghadapi ancaman pembunuhan dari para pendukung Trump.

Presiden dari partai Republik  tersebut kini sedang mengupayakan agar terpilih ulang dalam pertarungan dengan saingan Demokratnya, Joe Biden, pada pemungutan suara pada 3 November. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: