NewsTicker

Pentagon Resmi Umumkan Pengurangan Pasukan AS di Irak

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan negaranya akan mengurangi jumlah pasukan mereka di Irak dari 5.200 menjadi 3.000 personel pada akhir September nanti.

“Jejak yang berkurang ini memungkinkan kami untuk terus menasihati dan membantu mitra Irak kami dalam membasmi sisa-sisa terakhir ISIS di Irak dan memastikan kekalahannya yang abadi,” kata Jenderal Frank McKenzie saat berkunjung ke Irak pada hari Rabu (09/09).

Komandan tertinggi AS itu juga menambahkan bahwa keputusan diambil karena “kepercayaan Washington pada peningkatan kemampuan Pasukan Keamanan Irak untuk beroperasi secara independen.”

Baca: Iran Bongkar Kebohongan CENTCOM Terkait Manuver Dua Jet Tempur AS

Sementara itu, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa Presiden AS Donald Trump juga dijadwalkan untuk mengeluarkan pernyataan atas penarikan tersebut pada hari Rabu, menambahkan bahwa pernyataan itu akan diikuti oleh pernyataan lain dalam beberapa hari mendatang pada penarikan lebih lanjut pasukan AS dari Afghanistan.

Keputusan untuk mengurangi pasukan AS di Irak tampaknya menjadi upaya terakhir Trump untuk memenuhi janji kampanyenya pada 2016 dimana kini hal itu menjadi penting untuk mendongkrak suara karena persaingan untuk pemilihan presiden 2020 semakin memanas.

Pentagon mulai mundur dari Irak pada bulan Maret, dengan alasan bahwa tidak perlu kehadiran militer AS menyusul kemenangan melawan kelompok teroris Daesh.

Namun, pada hari Rabu, Jenderal McKenzie secara eksplisit mengaitkan penarikan itu dengan ancaman dari Iran.

Baca: Komandan CENTCOM AS: Iran Pasti Akan Balas Serang Fasilitas Nuklir Kami

“Selama tujuh atau delapan bulan terakhir, kami harus mencurahkan sumber daya untuk perlindungan diri yang seharusnya kami curahkan untuk perang kontra-ISIS dan kami harus mundur dan mitra kami harus mundur,” katanya. . “Pada saat yang sama kami telah melakukan hal-hal untuk memperkuat posisi kami agar lebih sulit bagi Iran untuk menyerang kami di Irak, tetapi itu berpengaruh.”

Seruan untuk penarikan pasukan Amerika secara total, memuncak setelah pembunuhan Washington atas komandan anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: