NewsTicker

Rezim Bahrain Bungkam Kritikus Normalisasi Israel dengan Hukuman

MANAMA, ARRAHMAHNEWS.COM – Mahkamah Agung Bahrain mengeluarkan keputusan untuk menghukum para pegawai yang mengkritik kebijakan dan keputusan pemerintah dengan cara apa pun.

Keputusan tersebut menetapkan hukuman bagi siapa pun yang mengungkapkan kritik terhadap keputusan dan kebijakan pemerintah selama masa kerjanya, dengan memberhentikannya dari pekerjaan, memotong gajinya, atau memberhentikannya dari jabatan.

Baca:

Keputusan tersebut juga mengatur untuk merujuk para kritikus ke dewan disipliner yang akan dibentuk dengan keputusan dari ketua MA, dan keputusan rujukan tersebut mencakup rincian tindakan yang dikaitkan dengan para pegawai tersebut sehubungan dengan kritiknya terhadap pemerintah.

Keputusan tersebut diambil dalam konteks membungkam suara-suara yang menolak normalisasi antara Bahrain dan Israel.

Demonstrasi terjadi di ibukota Bahrain, Manama, mengecam deklarasi normalisasi antara penguasa Bahrain dan Zionis Israel.

Para demonstran menegaskan bahwa perjanjian normalisasi adalah kejahatan dan pengkhianatan terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa yang diberkati. Mereka menekankan bahwa keputusan ini tidak mewakili rakyat Bahrain, dan normalisasi itu untuk pengkhianat dan tidak gratis.

Mereka menambahkan bahwa perjanjian normalisasi menegaskan legitimasi politik dan populer dari otoritas yang berkuasa di Bahrain.

Perjanjian ini juga mengkompromikan kedaulatan dan patriotisme, mengesampingkan konstitusi dan kedaulatan rakyat, serta melanggar keamanan dan stabilitas. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: