NewsTicker

Trump: Saudi Segera Susul Bahrain-UEA untuk Normalisasi dengan Israel

Trump: Saudi Segera Susul Bahrain-UEA untuk Normalisasi dengan Israel Presiden AS, Donald Trump

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Selasa (15/09) bahwa ia yakin Arab Saudi akan mengikuti Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk melaksanakan normalisasi penuh hubungan dengan Israel.

Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Kerajaan Arab Saudi termasuk diantara beberapa negara yang ia yakini berada di ambang pembukaan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv, mengatakan bahwa setelah berbicara dengan Raja Salman, ia pikir negara itu akan melakukannya “Pada waktu yang tepat”.

BACA JUGA:

“Kami memiliki banyak negara lain yang akan bergabung dengan kami, dan mereka akan segera bergabung dengan kami,” kata Trump hanya beberapa jam setelah Bahrain dan UEA secara resmi menandatangani dokumen yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

Trump juga merubah pernyataan dengan menambahkan jumlah negara yang menurutnya hampir mengikuti langkah-langkah kedua negara Teluk Arab itu “cukup cepat” setelah mengatakan pada Selasa pagi bahwa jumlahnya lima atau enam.

“Kami akan memiliki 7 atau 8 atau 9. Kami akan memiliki banyak negara lain yang bergabung dengan kami, termasuk yang besar,” katanya.

Selama upacara penandatanganan resmi Selasa, Trump mengatakan perjanjian itu akan mengakhiri “Dekade perpecahan dan konflik” di kawasan dan mengantarkan “Fajar baru di Timur Tengah”.

“Berkat keberanian para pemimpin dari ketiga negara ini, kami mengambil langkah besar menuju masa depan di mana orang-orang dari semua agama dan latar belakang hidup bersama dalam damai dan kemakmuran,” kata Trump kepada ratusan tamu yang berkumpul untuk acara tersebut di Halaman Selatan Gedung Putih.

BACA JUGA:

Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel Jumat lalu setelah Mesir pada 1979, Yordania pada 1994, dan UEA pada Agustus.

Selain perjanjian bilateral yang ditandatangani antara Israel dan negara-negara Arab, ketiganya dan AS menandatangani pakta bersama yang disebut Trump dan pemerintahannya sebagai “Abraham Accords”.

Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Alzayani menggambarkan perjanjian itu sebagai “langkah pertama yang penting” untuk membangun perdamaian yang lebih besar di kawasan itu.

“Sekarang adalah kewajiban kita untuk bekerja secara mendesak dan aktif mewujudkan perdamaian dan keamanan abadi yang layak diterima rakyat kita. Solusi dua negara yang adil, komprehensif dan abadi untuk konflik Palestina-Israel akan menjadi fondasi, landasan perdamaian seperti itu”, katanya.

Kesepakatan normalisasi telah menuai kecaman luas dari warga Palestina yang mengatakan kesepakatan tersebut tidak melayani kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak mereka.

Otoritas Palestina mengatakan setiap kesepakatan dengan Israel harus didasarkan pada Prakarsa Perdamaian Arab tahun 2002 dengan prinsip “tanah untuk perdamaian” dan bukan “perdamaian untuk perdamaian” seperti yang selalu dilakukan Israel. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: