Gagal Gunakan PBB, AS Sesumbar Bakal Beraksi Sendiri Halangi Perdagangan Senjata Iran

Gagal Gunakan PBB, AS Sesumbar Bakal Beraksi Sendiri Halangi Perdagangan Senjata Iran
Elliott Abrams

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Menyusul kegagalan memalukan di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengamankan perpanjangan embargo senjata terhadap Iran, Amerika Serikat mengancam akan menggunakan sanksi “sekunder” untuk memblokir perdagangan senjata dengan Teheran setelah berakhirnya larangan PBB bulan depan.

Perwakilan Khusus Amerika Serikat untuk Venezuela dan Iran, Elliott Abrams, mengklaim pada hari Rabu (16/09) bahwa Washington bisa menolak akses ke pasar AS bagi siapa saja yang berdagang senjata dengan Teheran.

BACA JUGA:

Sanksi “akan berdampak sangat signifikan” pada produsen dan pedagang senjata yang berusaha untuk berbisnis dengan Teheran, katanya kepada wartawan.

Ditanya apakah Washington “membuat rencana konkret sekarang untuk sanksi sekunder” untuk menegakkan larangan senjata, Abrams menjawab, “Ya, dalam banyak hal, dan kami akan memiliki beberapa pengumuman selama akhir pekan dan lebih banyak pengumuman pada hari Senin dan kemudian hari-hari berikutnya minggu depan . ”

AS menggunakan apa yang disebutnya “sanksi sekunder” untuk menekan pihak ketiga agar menghentikan aktivitas mereka dengan negara yang terkena sanksi tersebut.

BACA JUGA:

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengalami kekalahan memalukan pada 14 Agustus lalu karena gagal memperbarui embargo senjata Iran melalui resolusi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Rusia dan China memberikan suara menentang mosi tersebut dan 11 anggota dewan yang tersisa, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, abstain.

Embargo akan dicabut pada 18 Oktober di bawah Resolusi DK PBB 2231, yang mendukung perjanjian nuklir 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). (ARN)

About Arrahmahnews 26697 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.