NewsTicker

Warga Socotra Yaman Demo Kecam Normalisasi Arab-Israel

Warga Socotra Yaman Demo Kecam Normalisasi Arab-Israel Demo Warga Socotra Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Puluhan warga di pulau Socotra, Yaman, berunjuk rasa menentang kesepakatan normalisasi beberapa negara Arab-Israel baru-baru ini.

Sambil memegang plakat tulisan tangan untuk mendukung Palestina pada hari Sabtu (19/09), para pengunjuk rasa menolak normalisasi kontroversial hubungan antara Israel dan dua negara Arab, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

BACA JUGA:

Sebelumnya pada Hari Jum’at, para wanita Yaman telah memulai protes terhadap kesepakatan normalisasi dengan Israel. Para demonstran memegang bendera Palestina, membakar bendera Israel & meneriakkan apa yang mereka sebut proyek kolonial UEA di Socotra.

Upacara penandatanganan perjanjian normalisasi antara Israel, UEA dan Bahrain itu berlangsung di Gedung Putih pada hari Selasa dengan dipimpin Presiden AS Donald Trump.

Namun, Palestina dan negara Muslim lainnya menolak perjanjian dengan Israel, menganggapnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel.

Penduduk pulau, yang membawa bendera Yaman, juga melakukan unjuk rasa menentang skema kolonial UEA untuk Kepulauan Socotra, bagian dari Yaman yang direbut pada bulan Juni oleh apa yang disebut Dewan Transisi Selatan (STC) dukungan UEA, mereka menuntut penarikan penjajah mundur dari sana.

BACA JUGA:

Kekerasan di Socotra terjadi setelah separatis yang didukung UEA mendeklarasikan pemerintahan sendiri di selatan Yaman awal tahun ini dan menguasai kota Aden, memicu ketakutan akan kekacauan baru di negara yang sudah terlibat dalam konflik selama lima tahun tersebut.

Musim panas lalu, UEA mengumumkan akan mengakhiri perannya dalam agresi ke Yaman. Namun, para pengamat yakin negara Arab Teluk Persia itu terus aktif melalui proxy-nya.

Sebelum penarikannya, UEA mendirikan pangkalan militer di Socotra, yang memiliki lokasi strategis menghadap jalur pelayaran internasional vital.

Ia juga memberikan kewarganegaraan Emirat kepada ratusan penduduk dan telah merekrut banyak orang untuk membantu mengkonsolidasikan cengkeramannya atas pulau itu. Para separatis telah lama ingin mendirikan negara Yaman selatan dan memisahkan diri dari Sana’a. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: