NewsTicker

Analis: Departemen Keuangan Amerika Dikuasai Israel

Analis: Departemen Keuangan Amerika Dikuasai IsraelAnalis: Departemen Keuangan Amerika Dikuasai Israel Kantor Depkeu Amerika Serikat

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Mike Pompeo tampaknya masih menderita delusi dan halusinasi yang ia umumkan sebulan lalu ketika ia mengklaim bahwa AS akan memberlakukan sanksi multilateral sepihak terhadap Iran.

Sanksi yang ia katakan akan bersifat sepihak karena tidak ada negara lain yang setuju dengan hal itu, dan seluruh dunia menolaknya, tetapi kemudian akan bersifat multilateral karena seluruh dunia harus memaksakan sanksi itu. Jadi, itulah yang terjadi sekarang. Pompeo berpikir ia bisa memaksakan hal-hal ini melalui Dewan Keamanan untuk membuat sanksi sepihaknya setidaknya sedikit multilateral tetapi pada dasarnya, tidak ada yang setuju dengannya. Seluruh dunia menolak posisi Pompeo dan menendangnya dari belakang.

BACA JUGA:

Sejak itu, Pompeo tidak bisa lagi melihat kenyataan, ia bahkan semakin dalam terjerumus dalam kegilaan. Dan jadilah sekarang sanksi AS ditolak mentah-mentah dengan cara ekstrim oleh seluruh dunia, mungkin saja ada satu negara kepulauan kecil, yang kalian tahu memiliki PDB hampir sama dengan luas 10 mil persegi dari negara Afrika Tengah yang mengekor  AS sebagai imbalan atas beberapa suap, tetapi pada dasarnya seluruh dunia mengirimkan isyarat jijik di wajah Pompeo.

Belum pernah ada penolakan yang lebih langsung terhadap proposal sepihak apa pun dalam seluruh sejarah PBB (seperti yang diterima AS waktu itu), namun disini Pompeo mengklaim melawan semua bukti dengan entah bagaimanapun dunia harus memberlakukan sanksi yang ditolak.

Sekarang apa yang sebenarnya akan terjadi di sini, tentu saja, adalah bahwa Pompeo akan mempersenjatai dengan kuat seluruh pemerintah AS dan terutama Departemen Keuangan dan bagian sanksi dari Departemen Keuangan AS yang dikuasai Zionis Israel, yang sementara waktu pernah dijalankan oleh seorang wanita Israel bernama Seagal Mandelker, dan kemudian mereka harus menyingkirkannya karena dia terlalu jelas terlihat sebagai orang Israel, tetapi seluruh program sanksi di Departemen Keuangan selama ini telah digerakkan oleh Israel, dan itu digunakan untuk menghukum musuh Israel dengan mengorbankan kepentingan Amerika sendiri. Dan itulah yang mungkin akan mereka lakukan disini.

BACA JUGA:

Orang-orang Israel di Departemen Keuangan AS akan mencoba mencuri uang dari siapa pun yang tidak mematuhi sanksi ini, dan itu secara khusus adalah perusahaan swasta dan seterusnya. Mereka akan mengancam semua perusahaan swasta di seluruh dunia bahwa jika mereka terus berbisnis dengan Iran, maka Departemen Keuangan AS pada dasarnya akan menggunakan kontrolnya atas sistem keuangan internasional, dan mencuri uang mereka.

Ini adalah pembajakan yang menjijikkan. Ini membawa kita kembali ke masa-masa keemasan bajak laut. Tetapi efektivitasnya akan terbatas hari ini karena dunia sudah muak dengan penindasan semacam ini, dan semua negara di dunia termasuk yang disebut sekutu AS di Eropa berupaya untuk menemukan cara menghindari sanksi AS yang bodoh ini atau yang bisa kita sebut sebagai upaya pembajakan Amerika ini.

Sama seperti di masa lalu, dimana negara-negara akhirnya menemukan cara untuk mempertahankan diri dari para pembajak, saat ini, mereka juga tengah mencari solusi untuk memungkinkan mereka berdagang di luar sistem dolar AS dan lembaga yang menopangnya, yang dimasuki dan sebagian besar dikuasai oleh Departemen Keuangan, mengizinkan Departemen Keuangan untuk mencuri uang siapapun yang diinginkannya.

BACA JUGA:

Jadi dunia mencari solusi untuk keluar dari lembaga-lembaga dolar, dan mungkin akan ada pengaturan ulang mata uang global lebih cepat yang akan menggantikan posisi dolar AS sebagai mata uang perdagangan internasional dan menciptakan beberapa alternatif. Sementara itu, kehancuran dolar akan mulai meningkat terutama karena kebijakan bodoh yang diberlakukan oleh Negara Israel melalui agen mereka seperti Mike Pompeo. (ARN)

Kevin Barrett adalah seorang penulis, jurnalis dan pembawa acara radio Amerika dengan gelar Ph.D. dalam Studi Islam dan Arab. Ia mempelajari peristiwa 9/11 sejak akhir 2003. Ia merekam artikel ini untuk situs web Press TV.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: