Khianati Palestina, Sudan Siap Normalisasi dengan Israel Demi Imbalan 3 Miliar Dolar

Khianati Palestina, Sudan Siap Normalisasi dengan Israel Demi Imbalan 3 Miliar Dolar
Abdel Fatah Al-Burhan

Sudan, ARRAHMAHNEWS.COM Sudan tampaknya siap untuk bergabung dengan UEA dan Bahrain dalam menormalisasi hubungan dengan rezim Israel dengan imbalan lebih dari 3 miliar dolar bantuan ekonomi.

“Pertemuan “yang menentukan” diadakan di Abu Dhabi pada hari Senin tentang kemungkinan kesepakatan normalisasi antara Sudan dan Israel,” sebuah laporan oleh situs berita Amerika Axios mengungkapkan Minggu malam.

BACA JUGA:

Menurut sumber Sudan yang dikutip oleh Axios, pengumuman tentang perjanjian normalisasi dengan Israel serupa dengan yang telah dicapai entitas pendudukan itu dengan UEA dan Bahrain mungkin bisa  dilakukan dalam beberapa hari jika Washington dan Abu Dhabi mengakomodasi permintaan Khartoum.

Sebenarnya Sudan menuntut lebih dari 3 miliar dolar dalam bantuan kemanusiaan dan bantuan anggaran langsung untuk menangani krisis ekonomi dan dampak dari banjir yang menghancurkan, serta komitmen oleh AS dan UEA untuk memberikan bantuan ekonomi kepada Sudan selama tiga tahun berikutnya.

Selain bantuan ekonomi, pemerintah Sudan menginginkan pemerintahan Trump untuk menghapus Sudan dari daftar sponsor terorisme  yang ada di Departemen Luar Negeri AS. Masalah ini secara tidak langsung terkait dengan kesepakatan normalisasi dengan Israel.

Pembicaraan Hari Senin itu dihadiri oleh direktur senior Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih untuk Direktorat Urusan Timur Tengah, Brigjen. Jenderal Miguel Correa, Penasihat Keamanan Nasional Emirat Tahnoun bin Zayed, dan anggota cabang sipil dan militer pemerintah Sudan, terutama kepala staf Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan Menteri Kehakiman Nasredeen Abdulbari, yang juga warga negara AS.

BACA JUGA:

Correa adalah pejabat Amerika yang terlibat dalam upaya menyusun perjanjian Israel-UEA, dan Tahnoun bin Zayed juga bertanggung jawab atas pembicaraan UEA dengan Tel Aviv.

Axios mengatakan Israel mengikuti pertemuan hari Senin dengan sangat cermat. Sejak pertemuan antara Perdana Menteri Israel Netanyahu dan ketua Dewan Kedaulatan Sudan Letjen Abdel Fattah al-Burhan Februari lalu di Uganda, kedua negara melanjutkan pembicaraan tenang tentang kemungkinan normalisasi.

Masalah normalisasi antara Sudan dan Israel diangkat Selasa lalu dalam pertemuan di Washington antara Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Pertemuan hari Senin itu akan diadakan di sela-sela perjalanan Burhan ke Abu Dhabi. Namun, Burhan hanya mewakili faksi militer pemerintah Sudan. Faksi sipil dan Perdana Menteri Hamdok memiliki keraguan tentang langkah tersebut untuk waktu yang lama karena kekhawatiran akan protes domestik. (ARN)

About Arrahmahnews 26676 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.