Trump Ejek Reporter Muslim yang Tertembak Peluru Karet saat Liput Demo

Reporter MSNBC Ali Velshi

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden AS Donald Trump mengejek seorang reporter Muslim yang ditembak dengan peluru karet saat meliput demonstrasi damai di negara itu, dengan menyebutnya pemandangan yang indah.

Dalam kampanye politik di Minnesota pada hari Jumat, Trump menyebut penembakan reporter MSNBC Ali Velshi sebagai pemandangan yang indah, mengatakan itulah yang disebut “law dan order (hukum dan ketertiban)”.

BACA JUGA:

“Saya ingat Velshi ini,” kata Trump. “Lututnya terkena tabung gas air mata dan dia jatuh. Dia jatuh, (dan berteriak) ‘Lututku, lututku.’ Tidak ada yang peduli, orang-orang itu tidak peduli, mereka menyingkirkannya”.

Velshi menanggapi ejekan Trump dalam postingannya di Twitter, mengatakan bahwa ia sebenarnya terkena peluru karet, bukan tabung gas air mata.

“Dan mereka berjalan begitu saja. Itu adalah hal yang paling indah,” kata Trump. “Tidak, karena setelah kita menerima semua omong kosong itu selama berminggu-minggu dan berminggu-minggu, dan akhirnya kalian melihat orang-orang di sana dan mengacuhkan mereka, bukankah itu benar-benar pemandangan yang indah? Itu disebut hukum dan ketertiban”.

BACA JUGA:

Menjawab ejekan ini, Velshi menjawab: “Hukum apa yang saya langgar saat meliput demonstrasi yang sepenuhnya damai (ya, sepenuhnya damai)?”.

Jurnalis MSNBC itu, Ali Velshi, mengatakan kakinya juga terkena peluru karet, menambahkan, “Polisi Negara yang didukung oleh pengawal Nasional menembak tanpa alasan ke arah unjuk rasa yang sepenuhnya damai”.

Jurnalis yang meliput unjuk rasa nasional yang memprotes kebrutalan polisi dan ketidakadilan rasial terus-menerus menjadi sasaran penegak hukum AS.

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara MSNBC mengatakan, “Kebebasan pers adalah pilar demokrasi kita. Ketika Presiden mengolok-olok seorang jurnalis atas luka yang di deritanya saat membahayakan dirinya sendiri untuk menginformasikan peristiwa kepada publik, berarti ia (Trump)  membahayakan ribuan jurnalis lain dan merusak kebebasan kita”. (ARN)

About Arrahmahnews 26678 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.