NewsTicker

Aoun: Segera Bentuk Pemerintahan Baru atau Lebanon Terjerumus ke “Neraka”

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Michel Aoun memperingatkan bahwa Lebanon akan masuk ke ‘neraka’ kecuali pemerintah yang sangat dibutuhkan, segera dibentuk di negara itu. Ketegangan meningkat di antara faksi politik yang bersaing lebih dari sebulan setelah ledakan besar menghancurkan pelabuhan Beirut.

“Kita hari ini menghadapi krisis formasi pemerintah, yang seharusnya tidak terjadi karena peristiwa-peristiwa yang akan dihadapi Lebanon, tidak memungkinkan satu menit pun untuk terbuang percuma,” kata Aoun dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Senin.

Lebanon sedang bergulat dengan krisis ekonomi, dan pada 4 Agustus, masalah lebih lanjut muncul dengan sedikitnya 190 orang tewas dan hampir 6.500 lainnya luka-luka ketika 2.750 ton amonium nitrat, bahan pupuk yang sangat mudah meledak, meledak di pelabuhan Beirut.

Baca: Temui Aoun, PM Baru Lebanon Konsultasikan Pembentukan Kabinet

Hingga 300.000 orang juga kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar daerah pusat kota mengalami kerusakan besar.

Ledakan kolosal, yang menandai ancaman terburuk bagi stabilitas Lebanon sejak perang saudara 1975-1990 ini memicu unjuk rasa ribuan orang, kadang-kadang disertai kekerasan, melawan pemerintah Perdana Menteri Hasan Diab, yang telah membentuk kabinetnya pada Januari untuk memerangi dugaan korupsi dan salah urus negara, dan untuk menghidupkan kembali ekonomi yang runtuh.

Diab, yang kabinetnya telah dibentuk setelah berbulan-bulan terjadi kekosongan kekuasaan di Lebanon, akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada 10 Agustus karena ditekan oleh kemarahan publik yang meningkat atas ledakan Beirut.

Baca: Dubes Beirut untuk Jerman Ditunjuk Jadi PM Baru Lebanon

Pada 31 Agustus, Aoun meminta Duta Besar Lebanon untuk Jerman, Mostafa Adib, 48 tahun, untuk membentuk pemerintahan baru. Terlepas dari usahanya, perdana menteri yang ditunjuk itu belum berhasil membentuk kabinetnya terutama karena persaingan yang intens di antara blok-blok parlemen.

Aoun ketika ditanya setelah pidato, tentang kemana arah Lebanon jika tidak juga ada kesepakatan tentang kabinet, Aoun menjawab “tentu saja, ke neraka.”

Menanggapi pertanyaan lain yang menanyakan apakah ucapannya berarti tidak ada harapan untuk menyetujui pemerintah, dia berkata, “Tidak, mungkin ada keajaiban.”

“Dengan saling bersikeras mengenai posisi, tampaknya tidak ada solusi apa pun yang terlihat, karena semua solusi yang diusulkan hanya terdiri dari ‘pemenang dan yang kalah.’” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: