NewsTicker

Kecewa atas Normalisasi, Palestina Tolak Kursi Kepresidenan Liga Arab

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM – Palestina memutuskan untuk tidak mengambil alih kursi kepresidenan bergilir Dewan Liga Arab setelah badan pan-Arab itu menolak seruan Palestina untuk mengutuk kesepakatan normalisasi kontroversial yang ditandatangani Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel, melalui perantaraan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Riyad al-Maliki mengatakan pada konferensi pers di kota Ramallah, Tepi Barat pada hari Selasa (22/09) bahwa Negara Palestina menyerahkan haknya untuk memimpin Dewan sehubungan dengan perkembangan politik terbaru.

“Keputusan ini diambil setelah Sekretariat Liga Arab mengambil posisi mendukung UEA dan Bahrain, yang menormalisasi hubungan mereka dengan Israel yang melanggar Prakarsa Perdamaian Arab,” katanya.

Baca: Liga Arab Tolak Kutuk Normalisasi UEA-Israel

“Palestina tidak merasa terhormat menyaksikan negara-negara Arab merangkak menuju normalisasi [dengan Israel] saat kepresidenannya [dalam dewan],” katanya.

Maliki mencatat bahwa Palestina, bagaimanapun, tidak akan mundur dari Dewan Liga Arab karena langkah seperti itu akan menciptakan kekosongan dan mengembangkan skenario yang tidak menguntungkan.

Diplomat tinggi Palestina itu menggarisbawahi bahwa normalisasi hubungan dengan rezim Israel merupakan pelanggaran mencolok terhadap keputusan KTT yang diadakan di bawah Prakarsa Perdamaian Arab.

Baca: Yaman Tuntut Pembubaran Liga Arab, Ini Alasannya

Apa yang disebut Inisiatif Perdamaian Arab, yang diusulkan oleh Arab Saudi pada tahun 2002, menyerukan Israel untuk menyetujui “solusi dua negara” sepanjang garis tahun 1967 dan solusi “yang adil” untuk masalah pengungsi Palestina.

Maliki kemudian memuji negara-negara Arab yang dengan tegas menolak kemungkinan normalisasi dengan rezim Tel Aviv, mengungkapkan harapan bahwa mereka akan tetap berkomitmen pada posisi mereka.

Ia juga mengecam Liga Arab karena membatalkan rancangan resolusi Palestina yang mengecam perjanjian kontroversial antara UEA dan Israel. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: