Syekh Azhar ‘Dr. Shawki Allam’, Mana yang Penting Palestina atau Parfum?

Syekh Azhar 'Dr. Shawki Allam', Mana yang Penting Palestina atau Parfum?
Dr. Shawki Allam

Mesir, ARRAHMAHNEWS.COM Bangsa Arab dalam bahaya, Palestina hilang, para penguasa di Teluk Persia menjual Yerusalem secara gratis. Suriah dihancurkan, Libya terbagi, Yaman dibantai oleh saudaranya sendiri (koalisi pimpinan Saudi), Irak terkoyak, Lebanon terkepung, Sudan terbagi. Haramain dinodai oleh Zionis, dan langit Jazirah Arab tertutup bagi Qatar, sementara pesawat Netanyahu terbang di dalamnya.

Penguasa Arab memimpin dengan kepala tertunduk menuju normalisasi dengan perampas Yerusalem dan pembunuh anak-anak Palestina, sementara Mesir haus dan dalam bahaya. Sementara ulama asyik dengan persoalan yang dangkal, seolah-olah mereka melakukan dengan sengaja dengan tujuan untuk mengalihkan anak muda dari bencana yang terjadi di sekitar mereka.

BACA JUGA:

Patut dicamkan bahwa cara para penceramah, ustad, ulama dan cendekiawan yang menjajah kaum muda telah terungkap. Fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh mereka, seperti fatwa menyusui orang dewasa, minum air kencing unta, senggama perpisahan, jihad nikah, dan larangan memberontak terhadap penguasa meski penguasa itu melakukan zina dan fitnah setiap hari selama setengah jam di depan umum,… Mereka muncul dan dipromosikan melalui media serta tentara elektronik Arab Saudi.

Namun, sangat disesalkan bagi para ulama senior, meskipun secara tidak sengaja, memainkan peran ini, yang biasa dimainkan oleh para tokoh Wahabi dan mereka yang mengikutinya di antara para Syekh Takfiri dan Salafi Takfiri di negara-negara Arab.

Pada saat dunia Arab dan Islam disibukkan dengan konspirasi berbahaya yang dihadapi rakyat Palestina dan likuidasi perjuangan mereka melalui kolusi antara para pemimpin negara-negara Teluk Persia dan Israel.

BACA JUGA: 

Di tengah kondisi yang demikian kompleks, kami melihat Mufti Mesir, Dr. Shawki Allam, tanpa memperhitungkan prioritas peristiwa di Mesir dan Arab, justru membahas masalah apakah parfum bagi wanita haram atau tidak, yang mendapat sorotan luas oleh media Saudi, Emirat dan Bahrain hingga menjadi viral.

Menentukan prioritas masalah dan berupaya mengerahkan segenap kemampuan untuk menghadapi tantangan serius dan nyata yang dihadapi bangsa ini. Dan jangan sampai menyia-nyiakan kemampuan terhadap isu yang tidak menjadi prioritas masyarakat Arab.

Sayangnya, kami melihat kemunduran serius oleh beberapa pihak dari prinsip dan tujuan yang telah mereka klaim selama beberapa dekade, yang sedang mereka upayakan untuk dicapai. Di atas semuan tujuan tersebut adalah masalah Palestina, terbukti dari posisi kelompok “Ikhwanul Muslimin” di Bahrain, yang tidak hanya tidak mencela normalisasi Bahrain dengan Israel, bahkan ikut mencari alasan untuk itu.

BACA JUGA:

Ikhwanul Muslimin di Bahrain, meskipun mereka mendukung pengkhianatan rezim Hamad bin Isa al-Khalifah dalam menormalkan hubungan dengan musuh Arab dan Islam. Mereka seolah-olah melakukan bunuh diri secara politik, mereka telah meninggalkan prinsip-prinsip gerakan Ikhwanul Muslimin di satu sisi, dan tidak akan mendapatkan imbalan apa pun karena dominasi UEA atas keputusan Bahrain.

Yang akan mereka dapatkan hanyalah bahwa diri mereka lebih dekat dengan Salafi Takfiri, dan rezim Hamad bin Isa al-Khalifah yang menjamin keberadaan mereka.

Mereka seharusnya teliti dalam menentukan prioritas panggung, menjadikan masalah Palestina di atas segalanya, dan tidak terlibat dalam permainan fatwa, debat kusir, serta tidak melakukan pembodohan pada para pemuda Arab yang akan diperbudak oleh rezim tirani dan pengkhianat. (ARN)

About Arrahmahnews 26676 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.