NewsTicker

Ansharullah: Israel Tak Perlu Konfrontasi Militer selama Saudi-UEA Berperang Untuknya

Ansharullah: Israel Tak Perlu Konfrontasi Militer selama Saudi-UEA Berperang Untuknya Ansarullah

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Juru bicara gerakan Houthi Ansarullah Yaman mengecam Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) atas ketundukan mereka kepada Israel, dengan mengatakan entitas zionis itu tidak terlibat dalam konfrontasi militer secara langsung di Timur Tengah karena Riyadh dan Abu Dhabi sudah bertindak sebagai proksi dan berperang atas namanya.

“Selama rezim Saudi dan UEA berperang atas nama rezim Zionis dan menghabiskan jutaan dolar mereka sebagai gantinya, Israel tidak akan terlibat dalam perang apa pun di kawasan,” kata Mohammed Abdul-Salam dalam wawancara eksklusif dengan jaringan berita televisi berbahasa Arab Nabaa pada Selasa malam.

BACA JUGA:

Ia menekankan bahwa Amerika Serikat, bersama dengan Arab Saudi dan UEA, memutuskan untuk meluncurkan kampanye militer menghancurkan terhadap Yaman setelah menyadari bahwa bangsa Yaman berusaha untuk menegaskan kemerdekaannya.

“Seandainya Revolusi 21 September (pemberontakan rakyat 2014 yang menggulingkan pemerintah mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung Saudi) tidak pecah, Amerika akan menempatkan Yaman di garis antrean untuk menormalisasi hubungan dengan Israel,” ujar Abdul-Salam.

Sebelum Revolusi 21 September, ada lebih dari 120 Marinir Amerika yang dikerahkan ke kedutaan AS di Sana’a. Mereka memiliki resimen khusus di bandara, dan mengendalikan Pangkalan Udara al-Anad [di provinsi Lahij di barat daya Yaman], ”katanya.

Pejabat senior Yaman itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa perjuangan Palestina dan front perlawanan anti-Israel telah lama menjadi sasaran dan dipersulit oleh rezim Arab yang akhir-akhir ini menormalisasi hubungan dengan Israel.

BACA JUGA:

“Normalisasi (sebenarnya) telah dilakukan secara diam-diam, dan pemerintah AS memutuskan untuk membuatnya menjadi publik. Sejarah akan mengingat para pengkhianat ini dalam bentuk yang paling buruk. Mereka yang berebut untuk berteman dengan Israel pada akhirnya akan berada dalam situasi yang sangat mengerikan,” kata Abdul-Salam.

UEA dan Bahrain baru-baru ini menandatangani kesepakatan normalisasi yang kontroversial dengan Israel dengan mediasi AS.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menandatangani kesepakatan dengan Menteri Luar Negeri Emirat Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al Zayani selama sebuah upacara resmi yang diselenggarakan oleh Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada 15 September.

Warga Palestina, yang masih terus berjuang demi mendapatkan sebuah negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, memandang kesepakatan itu sebagai pengkhianatan atas perjuangan mereka. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: