Bangkit Lawan Penindasan, Sejumlah Pembangkang Saudi Dirikan Partai Politik

Bangkit Lawan Penindasan, Sejumlah Pembangkang Saudi Dirikan Partai Politik
Foto Mohammed bin Salman dan Raja Salman

Riyadh, ARRAHMAHNEWS.COM Sejumlah warga Arab Saudi yang tidak setuju dengan pemerintahan Riyadh, membentuk partai politik untuk menyerukan reformasi di kerajaan di tengah ‘meningkatnya tekanan’.

Partai Majelis Nasional (NAAS) yang sebagian anggotanya mengasingkan diri ke luar negeri karena tekanan Riyadh, mendeklarasikan diri pada hari Rabu (23/09). Partai ini menyerukan parlemen beranggotakan wakil rakyat terpilih (dalam pemilu) dan perlindungan konstitusional untuk memastikan pemisahan cabang legislatif, yudikatif dan eksekutif dari pemerintah.

BACA JUGA:

“Ruang lingkup politik telah diblokir ke segala arah,” kata NAAS, mendesak perubahan damai untuk memerangi “kekerasan dan penindasan” negara.

Anggota partai dan akademisi Madawi al-Rasheed mengatakan kepada Reuters, “Waktunya sangat penting… iklim penindasan semakin meningkat.”

“NAAS akan bekerja dengan organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi manusia, tanpa menimbulkan demonstrasi di negara Teluk Arab Persia itu,” tambahnya.

BACA JUGA:

Otoritas Saudi telah menangkap puluhan aktivis, blogger, intelektual, dan lainnya yang dianggap sebagai lawan politik sejak Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota pada tahun 2017, menunjukkan toleransi yang hampir nol untuk perbedaan pendapat bahkan dihadapan kecaman internasional.

Citra MBS, penguasa de facto Arab Saudi, semakin ternoda akibat pembunuhan mengerikan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. (ARN)

About Arrahmahnews 26656 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.