Menlu Iran Kunjungi Rusia Bahas Kesepakatan Nuklir

Russia's Foreign Minister Sergei Lavrov and his Iran's counterpart Javad Zarif shake hands after a news conference following their meeting in Moscow, Russia, September 2, 2019. REUTERS/Evgenia Novozhenina? TPX IMAGES OF THE DAY - RC1972936350

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengunjungi Moskow guna membahas masalah regional dan hal-hal yang menjadi kepentingan bersama Rusia-Iran, termasuk kesepakatan nuklir Iran 2015, dengan timpalannya dari Rusia, Sergei Lavrov.

Setibanya di Bandara Internasional Vnukovo di Moskow pada Rabu malam, Zarif mengatakan bahwa kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), akan menjadi agenda utama pembicaraan antara kedua diplomat.

Zarif memuji peran kunci yang dimainkan Rusia dan China melawan plot AS yang ingin menghabisi JCPOA selama beberapa bulan terakhir.

Baca: Zarif ke UE: Lawan Terorisme AS Jika Ingin Iran Berkomitmen Penuh pada JCPOA

Kunjungan itu dilakukan beberapa hari setelah Amerika Serikat secara sepihak memberlakukan kembali apa yang disebutnya sanksi “PBB” pada Teheran kedua, melalui apa yang disebut mekanisme snapback JCPOA.

AS bersikeras menerapkan snapback meski Rusia dan anggota Dewan Keamanan PBB lainnya telah berulang kali mengatakan bahwa Washington tidak memiliki wewenang untuk menggunakan mekanisme itu karena tidak lagi menjadi negara peserta kesepakatan Iran setelah penarikannya dari perjanjian nuklir multilateral dengan Iran pada Mei 2018.

Merujuk pada kerjasama erat antara Teheran dan Moskow di berbagai bidang, diplomat top Iran tersebut mengatakan bahwa semua ini memungkinkan kontak dengan rekan-rekan Rusia, dan perjalanannya saat ini ke Moskow adalah yang ketiga ke ibu kota Rusia itu selama wabah virus korona.

Baca: Rusia Perkuat Kerjasama Militer dengan Iran

“Kita memiliki masalah serius di kawasan. Masalah Suriah membutuhkan koordinasi khusus, dan kita akan mengoordinasikan tindakan kita dengan Rusia dan Turki dalam pembicaraan Astana, ”katanya. (ARN)

About Arrahmahnews 26676 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.