Pertama Kalinya Tel Aviv Akui Keberadaan Tahanan ISIS Asal Israel di Irak Utara

BAGHDAD, ARRAHMAHNEWS.COM – Laporan surat kabar National Inggris, mengungkapkan bahwa Tel Aviv untuk pertama kalinya mengakui keberadaan anggota ISIS yang memiliki kewarganegaraan Israel yang berada di sel isolasi di sebuah penjara di Irak utara.

Laporan yang dikuti oleh Al-Maaloumah menyatakan bahwa “elemen Israel telah berada di penjara di wilayah Kurdistan selama dua tahun tanpa pengadilan, sedangkan Tel Aviv mengatakan akan mengizinkan elemen ISIS untuk kembali jika berhasil mencapai perbatasan dari Irak meskipun tidak ada hubungan antara kedua belah pihak“.

Baca:

“Setelah kasus itu terungkap dalam wawancara yang dilakukan oleh surat kabar National Inggris di fasilitas anti-terorisme Kurdistan. Kemudian keluarganya dilacak tinggal di utara Israel. Sementara pemerintah Israel akhirnya mengakui dalam komentar resmi pertama atas kasus tersebut.”

Laporan tersebut menyatakan bahwa “semua bukti menunjukkan bahwa Israel mengetahui kasusnya meskipun ada penyangkalan. Sebelum ISIS asal Israel ditangkap, keluarga tersebut mengatakan bahwa mereka telah ditanyai tentang dia pada banyak kesempatan di Bandara Ben Gurion.

Sementara upaya berulang mereka untuk mendapatkan informasi tentangnya dari pihak berwenang diabaikan. Seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri Israel dan juru bicara Shin Bet, agen mata-mata lokal, menolak mengomentari masalah tersebut.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa “sejumlah pejabat Kurdi Irak memiliki hubungan rahasia dengan Zionis, yang telah bekerja untuk mempromosikan aspirasi kemerdekaan Kurdi dengan imbalan bantuan pengakuan Irak atas Israel.

Sementara para pejabat dan politisi di Baghdad secara konsisten menentang normalisasi hubungan. (ARN)

About Arrahmahnews 26687 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.