Sana’a: Pengakuan PBB atas Legitimasi Pemerintahan Hadi Tak Bermoral

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Wakil Menteri Luar Negeri Pemerintah Keselamatan, Hussein Al-Ezzi, pada Hari Sabtu (26/09) mengatakan, bahwa pengakuan PBB atas pemerintahan Hadi sebagai pemerintahan sah Yaman adalah tindakan tidak bermoral.

“Siapa yang akan memberi tahu Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa legitimasi palsu ini tidak sesuai dengan kepentingan dan martabat rakyat Yaman?” ujarnya dalam postingan twitternya mempertanyakan sikap PBB.

“Siapa yang akan mengatakan bahwa mereka tidak bisa terus mengakui Hadi, kecuali mereka menempatkan Piagam PBB serta hukum internasional dan kemanusiaan di bawah sepatu koalisi (Saudi)?” tambahnya.

Baca: Serangan Rudal Yaman ke Pangkalan Militer Saudi Tewaskan Puluhan Tentara

Didalam sidang tahunan PBB baru-baru ini, Abd Rabbuh Mansur Hadi menyampaikan pidato sebagai Presiden Yaman, sementara sebelum melarikan diri ke Arab Saudi ia telah mundur sebagai Presiden Yaman. Dibawah pemerintahan Hadi Yaman terjerat dalam berbagai konflik internal, sementara pemerintahannya dibelit korupsi serta dibawah kendali Amerika Serikat. Kondisi sangat buruk ini mendorong rakyat, dibawah pimpinan Houthi Ansharullah, menlancarkan revolusi.

Baca: Al-Masirah Ungkap Dokumen Sensitif dan Rahasia Kedubes AS di Yaman Sebelum Revolusi

“Legitimasi sebenarnya sebuah pemerintahan adalah berasal dari rakyat, dan hanya tersedia dalam salah satu dari dua versi:

Yang pertama: legitimasi pemilu yang adil dan transparan, dan versi ini belum pernah berlaku pada siapa pun, dan Yaman belum mengalaminya sejak berdirinya republik hingga sekarang.

Dan yang kedua: Legitimasi revolusi nasional yang dijiwai dengan nilai-nilai kedaulatan dan pertahanan rakyat dan tanah air, dan ini, Alhamdulillah, sukses dicapai pada tanggal 21 September,” ungkap Al-Ezzi dalam postinga lain. (ARN)

About Arrahmahnews 26687 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.