Komentar Pedas Zarif: Amerika Pengecut dan Bengis

Komentar Pedas Zarif: Amerika Pengecut dan Bengis
Foto Zarif Saat pidato

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Iran tidak akan sudi bertekuk lutut meskipun ada tekanan keras soal ekonomi yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap negara itu.

Berbicara pada hari Senin (28/09) dalam upacara penghormatan para syahid Kementerian Luar Negeri selama delapan tahun Pertahanan Suci, Zarif berbicara kepada pihak berwenang AS dan menambahkan, “Anda (AS) adalah penjahat terhadap kemanusiaan dan hari ini, Anda mengklaim hak asasi manusia? Anda pengecut dan bengis tetapi tidak bisa membuat rakyat Iran bertekuk lutut”.

BACA. JUGA:

“Terlepas dari sanksi AS yang keras dan kejam yang dijatuhkan terhadap negara, Iran tidak sudi bertekuk lutut dalam perang ekonomi saat ini,” tegas Zarif sambil menghormati dan menghormati keluarga syuhada Kementerian Luar Negeri dan mengenang nama dan kenangan semua syuhada Revolusi Islam, Pertahanan Suci dan Ilmuwan Nuklir serta para syuhada para pembela tempat suci khususnya mantan Panglima Pasukan Quds IRGC Letjen. Soleimani dan rekan-rekannya yang dibunuh oleh pasukan teroris AS di Irak.

Menteri Luar Negeri Iran itu mengatakan bahwa Washington membunuh musuh nomor 1 teroris ISIS.

Berbicara kepada keluarga para syahid, Zarif berkata, “Hari ini, dalam situasi regional dan internasional yang kritis dan terlepas dari penyimpangan, para syahid dengan pengorbanan mereka memberikan martabat dan keagungan kepada Islam Iran dan tidak membiarkan orang lain menghina orang-orang terhormat negara ini selama tahun-tahun ini”.

BACA JUGA:

Ia menunjukkan bahwa para martir membawa martabat dan kebanggaan bagi Iran dan jika bukan karena keberanian dan keteguhan mereka, negara sudah menyerah di medan perang selama delapan tahun Pertahanan Suci.

Di tempat lain dalam sambutannya, Zarif menunjuk pada delapan tahun Pertahanan Suci dan berkata, “Selama perang Iran-Irak, mantan diktator Irak Saddam Hussein sangat didukung oleh negara-negara lain baik secara finansial maupun militer dan saat ini, negara-negara ini menuntut hak asasi manusia yang mana itu adalah hal konyol”. (ARN)

About Arrahmahnews 26697 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.