Kremlin Desak Armenia-Azerbaijan Hentikan Pertempuran

Kremlin Desak Armenia-Azerbaijan Hentikan Pertempuran
Perang Armenia Vs Azerbaijan

Rusia. ARRAHMAHNEWS.COM Kremlin mendesak Armenia dan Azerbaijan untuk segera menghentikan tembak-menembak di Nagorno-Karabakh dan menahan diri sepenuhnya di tengah krisis.

Bentrokan antara kedua negara meletus pada hari Minggu lalu, dengan Yerevan dan Baku saling menuduh pihak lawan telah memulai permusuhan. Azerbaijan telah mengumumkan mobilisasi parsial, sementara Armenia telah memerintahkan mobilisasi penuh di tengah meningkatnya ketegangan.

BACA JUGA:

“Kami menyerukan kepada semua aktor, baik eksternal maupun internal, untuk menunjukkan pengekangan maksimal, termasuk dalam hal retorika. Perlu berhati-hati untuk segera mencapai gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan”, ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Andrey Rudenko sebagaimana dikutip Sputnik, Senin (28/09).

Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menekankan bahwa Moskow memiliki peluang untuk menghentikan eskalasi karena posisinya yang seimbang.

“Sangat penting untuk menghentikan konflik militer, daripada mencari tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Rusia selalu memiliki posisi yang seimbang. Posisi inilah yang memberi Rusia kesempatan untuk menggunakan pengaruhnya dan hubungan baiknya dengan kedua negara Armenia dan Azerbaijan, untuk menyelesaikan konflik”, kata Peskov kepada wartawan.

BACA JUGA:

Ia juga mengatakan bahwa Moskow berhubungan dekat dengan Ankara terkait ketegangan di wilayah tersebut.

“Kementerian Luar Negeri telah melakukan kontak dengan Ankara kemarin. Jadi, pihak Rusia mempertahankan kontak penuh,” kata Peskov kepada wartawan ketika ditanya apakah Presiden Rusia Vladimir Putin berencana mengadakan pembicaraan telepon dengan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Pada hari Minggu, Baku mengumumkan serangan balik di daerah itu, mengutip dugaan serangan dan pelanggaran oleh pihak Armenia di sepanjang garis kendali. Armenia juga menuduh Azerbaijan menyerang pasukannya dan memerintahkan mobilisasi. Baku mengklaim bahwa lebih dari 550 tentara Armenia disingkirkan selama operasi, sementara Yerevan mengatakan bahwa ratusan prajurit Azerbaijan tewas di tengah bentrokan itu.

BACA JUGA:

Nagorno-Karabakh, sebuah otonomi mayoritas Armenia, memproklamasikan kemerdekaan dari apa yang dulu disebut Azerbaijan Soviet pada tahun 1991. Konflik besar antara Baku dan Yerevan menghancurkan daerah itu sampai tahun 1994, ketika kedua pihak sepakat untuk memulai pembicaraan damai yang dimediasi oleh OSCE Minsk Group. (ARN)

About Arrahmahnews 26656 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.