NewsTicker

Emir Kuwait Wafat, Nasrallah dan Para Pemimpin Lebanon Sampaikan Belasungkawa

Emir Kuwait Wafat, Nasrallah dan Para Pemimpin Lebanon Sampaikan Belasungkawa Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Sekjen Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, beserta para pemimpin Lebanon lainnya, menyampaikan belasungkawa pada Selasa (29/09) kepada pemerintah dan rakyat Kuwait setelah wafatnya Emir mereka, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah.

Memuji Emir Kuwait atas perannya dalam menghentikan perang Lebanon dan dukungannya ke Lebanon setelah Perang Juli, serta dukungan kuatnya untuk Palestina dan Al-Quds, Sayyed Nasrallah mengatakan, “Kita tidak bisa melupakan sikap terhormat Emir Kuwait untuk mendukung Palestina dan Al-Quds”.

BACA JUGA:

Sementara itu, Presiden Lebanon Michel Aoun menyampaikan dalam postingan twitternya bahwa Emir adalah saudara yang baik bagi Lebanon dan teladan kesopanan, moderasi dan kebijaksanaan.

“Ia mendukung rakyat Lebanon dalam keadaan sulit yang mereka alami, membangun kembali banyak kota dan desa di Lebanon, dan meluncurkan banyak proyek pembangunan dan perkotaan. Kepergiannya akan menjadi kehilangan besar,” ungkap Aoun lebih lanjut.

Ketua Parlemen Nabih Berri mengatakan bahwa Sabah akan dirindukan oleh “Lebanon, Kuwait, dunia Arab dan Islam serta kemanusiaan secara keseluruhan.”

Ia menggambarkan almarhum Emir sebagai “suara yang hanya berbicara tentang kebenaran … dan tangan putih yang menyembuhkan luka dan perpecahan di tubuh bangsa.”

Kepala Gerakan Masa Depan Saad Hariri menulis di Twitter bahwa Sabah menempati “halaman sejarah Arab yang ditulis dengan huruf emas.” Ia menggambarkannya sebagai “orang hebat yang menggerakkan tuas pemerintahan dan tanggung jawab selama beberapa dekade” dan bahwa warisannya adalah “kaya akan pencapaian, kesuksesan, dan inisiatif”.

BACA JUGA:

Sabah “memperjuangkan tujuan Arab dan Muslim, dan tidak meninggalkan Lebanon dalam keadaan yang paling sulit,” tulis Hariri.

Mantan Perdana Menteri Najib Mikati sementara itu menggambarkan Sabah sebagai “pangeran diplomasi” dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh Kantor Berita Nasional yang dikelola negara.

Sabah adalah “suara hati nurani di semua forum Arab dan internasional, menyerukan persatuan dan rekonsiliasi antara saudara di saat perselisihan dan krisis,” kata Mikati.

“Lebanon dan rakyat Lebanon memiliki kasih sayang khusus di hati mereka terhadap almarhum Emir, karena ia adalah inti dari semua upaya yang dilakukan untuk mengatasi krisis Lebanon, terutama di era konferensi Taif di Kerajaan Arab Saudi, ”lanjutnya.

Kesepakatan Taif mengakhiri Perang Saudara Lebanon 1975-90 dan membangun paritas dalam representasi antara Kristen dan Muslim dalam sistem politik. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: