Azerbaijan Klaim Bunuh 2.300 Tentara Armenia di Nagorno-Karabakh

Azerbaijan, ARRAHMAHNEWS.COM – Azerbaijan mengklaim telah membunuh atau melukai lebih dari 2.000 tentara Armenia selama pertempuran sengit di wilayah Nagorno-Karabakh yang diperebutkan, sementara Armenia membantah jumlah yang begitu tinggi.

“Sekitar 2.300 “personel musuh” telah tewas atau terluka sejak pertempuran meletus pada Hari Minggu,” kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan, sebagaimana dikutip RT, Rabu (30/09).

Para pejabat menambahkan bahwa sistem rudal pertahanan udara S-300 Armenia dihancurkan di garis depan di Karabakh, bersama dengan sekitar 130 tank dan lebih dari 200 artileri.

Yerevan sebelumnya membantah klaim Baku atas pembunuhan ratusan tentaranya. Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Shushan Stepanyan menyatakan bahwa 16 prajurit tewas.

Baca: Live Updates: Perang Azerbaijan Vs Armenia di Nagorno-Karabakh

Para pejabat di Nagorno-Karabakh sendiri, sementara itu, melaporkan bahwa 80 tentaranya tewas.

Pertempuran sengit meletus pada 27 September setelah kedua belah pihak saling menyalahkan karena melanggar perjanjian gencatan senjata 1994. Bentrokan berlanjut sepanjang Rabu pagi ketika Azerbaijan menuduh Armenia menembaki kota Tartar di bagian barat negara itu.

Pada saat yang sama, Stepanyan mencatat bahwa tembakan artileri terus berlanjut di sepanjang garis depan di Karabakh. Ia menambahkan bahwa dua drone Azeri ditembak jatuh di atas ibu kota Karabakh, Stepanakert.

Azerbaijan secara terbuka didukung oleh sekutu lamanya Turki, yang pemimpinnya Recep Tayyip Erdogan menuntut agar Armenia mengakhiri “pendudukan” -nya di Karabakh.

Baca: BREAKING! Iran Kembali Tembak Jatuh Drone Mata-mata di Perbatasan Azerbaijan

Pada hari Selasa, militer Armenia mengklaim bahwa jet tempur Su-25 miliknya ditembak jatuh oleh F-16 Turki. Baik Ankara dan Baku membantahnya.

Konflik yang telah berlangsung seabad di Karabakh kembali terjadi ketika daerah besar berpenduduk Armenia memisahkan diri dari Azerbaijan selama pecahnya Uni Soviet. Sebuah gencatan senjata ditandatangani setelah beberapa tahun perang berdarah, di mana Nagorno-Karabakh secara de facto menjadi independen dari Baku. (ARN)

About Arrahmahnews 26697 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.