NewsTicker

Peringatkan Armenia-Azerbaijan, Teheran: Jangan Langar Wilayah Iran

Peringatkan Armenia-Azerbaijan, Teheran: Jangan Langar Wilayah IranPeringatkan Armenia-Azerbaijan, Teheran: Jangan Langar Wilayah Iran Saeed Khatibzadeh

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan militer atas wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan agar tidak melanggar wilayah Republik Islam.

“Republik Islam Iran telah memantau pergerakan di sepanjang wilayah perbatasan negara kami dengan keseriusan dan kepekaan yang tinggi”, kata Saeed Khatibzadeh kepada wartawan pada hari Sabtu (03/10) ketika ditanya tentang laporan pelanggaran wilayah Iran selama bentrokan yang sedang berlangsung antara Azerbaijan dan Armenia.

BACA JUGA:

Ia menekankan bahwa setiap pelanggaran atas tanah Iran oleh pihak mana pun yang bertikai di kawasan itu tidak akan ditoleransi dan menambahkan, “Kami dengan serius memperingatkan semua pihak untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dalam hal ini”.

Juru bicara Iran itu sekali lagi menekankan pentingnya menghormati integritas teritorial Azerbaijan, menjalankan prinsip melindungi warga sipil, mengakhiri bentrokan dan membuka negosiasi yang serius dan terjadwal.

Khatibzadeh juga mengungkapkan kesiapan Republik Islam untuk membantu mencapai tujuan tersebut.

Komentarnya ini disampaikan setelah para pejabat di provinsi barat laut Iran di Azarbaijan Timur melaporkan bahwa peluru mortir yang ditembakkan oleh pihak yang bertikai dalam putaran terakhir pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan telah menghantam daerah pedesaan di perbatasan di Iran.

BACA JUGA:

Menurut laporan, salah satu peluru mortir yang menghantam sebuah desa di Kabupaten Khoda-Afarin telah melukai seorang anak berusia enam tahun dan menyebabkan kepanikan masyarakat.

Puluhan kematian telah dilaporkan dalam pertempuran selama beberapa hari terakhir, dengan Yerevan dan Baku terus bertukar tuduhan pihak lawan yang memulai perang.

Wilayah sengketa Karabakh secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi memiliki penduduk dan administrasi Armenia. Kedua negara telah terkunci dalam sengketa wilayah sejak 1990-an, ketika Karabakh mendeklarasikan kemerdekaan setelah perang yang merenggut 30.000 nyawa.

BACA JUGA:

Pertempuran baru ini adalah yang terberat sejak gencatan senjata tahun 1994, yang bagaimanapun juga gagal untuk mengakhiri konflik. Sejak kekerasan pecah, kedua belah pihak telah memberlakukan darurat militer dan mengumumkan mobilisasi angkatan bersenjata.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada hari Rabu bahwa negaranya akan terus berperang sampai pasukan Armenia “sepenuhnya” mundur dari wilayah yang disengketakan. Azerbaijan berjanji untuk berjuang sampai ‘penarikan penuh’ Armenia dari Karabakh. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: