NewsTicker

Beberkan Sejumlah Bukti, Brigjen Saree: Yaman Telah Lama jadi Incaran AS-Israel

Beberkan Sejumlah Bukti, Brigjen Saree: Yaman Telah Lama jadi Incaran AS-Israel Brigjen Yahya Saree

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM  Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, mengatakan bahwa Yaman telah lama menjadi target utama plot AS-Israel, dan bahwa Israel telah terus-menerus campur tangan dalam urusan internal negara Arab itu selama masa pemerintahan diktator yang terbunuh, Ali Abdullah Saleh, dimana ini dibuktikan dalam sejumlah dokumen yang diperoleh.

Berbicara pada konferensi pers yang disiarkan langsung dari ibu kota Sana’a pada Minggu malam (04/10), Saree menyoroti bahwa negara Yaman saat ini sedang menghadapi agresi militer pimpinan Saudi, yang berupaya mencapai tujuan yang diinginkan dari rezim Tel Aviv.

BACA JUGA:

“Yaman telah lama menjadi target utama plot AS-Israel dan serangan yang sedang berlangsung jelas membuktikan hal ini. Angkatan Bersenjata menyerukan kepada bangsa Yaman dari semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang niat sebenarnya dari orang-orang asing. Perjuangan kita tidak lain adalah pertempuran yang menentukan untuk pembebasan dan kemerdekaan,” katanya.

Saree mencatat bahwa ada hubungan rahasia antara pemerintah Saleh dan Israel, yang berasal dari tahun 2000, yang menyatakan bahwa bahkan ada kunjungan timbal balik antara pejabat dari kedua belah pihak.

Pejabat tinggi militer Yaman itu kemudian menunjukkan sejumlah dokumen yang menunjukkan bahwa otoritas Israel ingin menguasai tidak hanya selat strategis Bab-el-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden, pulau Yaman dan pelabuhan Hudaydah, tetapi juga ingin memegang kendali atas sektor ekonomi, budaya, pertanian, keamanan dan militer Yaman.

BACA JUGA:

Saree menambahkan bahwa rezim Saleh mulai menormalisasi hubungan dengan Israel beberapa tahun yang lalu, dan mencapai tingkat komunikasi dan koordinasi yang tinggi dengan Israel di berbagai arena pada tahun 2007.

“Pada 14 Juli tahun itu, diplomat Israel Bruce Kashdan tiba di Sana’a sebagaimana tertera dalam dokumen mengenai kunjungan mendadak, yang berlangsung selama 48 jam itu. Selama perjalanan itu, pejabat Israel bertemu dengan petinggi militer dan keamanan Yaman yang merupakan kerabat Saleh,” ujar Saree menggarisbawahi.

Ia menambahkan, “Pejabat Israel tersebut meninggalkan Bandara Internasional Sana’a pada 16 Juli 2007. Kunjungan itu telah diatur oleh pejabat Yaman, dan Uni Emirat Arab (UEA) memainkan peran utama di dalamnya. Diplomat Israel sebelumnya mengunjungi Yaman pada 2 Februari 2005.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: