NewsTicker

Pernyataan Mantan Intelijen Saudi Bukti Kuat Dukungan Suriah pada Pelastina Sejak Era Hafez Assad

Riyadh, ARRAHMAHNEWS.COM – Mantan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Saudi, mengkritik kepemimpinan Palestina dalam wawancara baru-baru ini dengan TV Al-Arabiya pada hari Senin, yang menyatakan bahwa “pernyataan para pemimpin Palestina menyakitkan dan levelnya rendah.”

Dia juga membantah apa yang digambarkan sebagai “keberanian kepemimpinan Palestina melawan negara-negara Teluk,” dan menganggap tindakan mereka ‘tidak dapat diterima’ setelah mereka mengkritik Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) karena mencapai kesepakatan normalisasi dengan Israel.

Baca:

Mantan kepala intelijen Saudi itu menilai bahwa “masalah Palestina adalah masalah nasional, tetapi para pemimpinnya gagal.” Dia menjelaskan bahwa “para pemimpin Palestina selalu bertaruh di pihak yang kalah, dan ini ada harganya.”

Bandar bin Sultan menegaskan, Mesir telah berupaya sejak era mantan Presiden Hosni Mubarak untuk mendamaikan pemimpin Palestina, khususnya Hamas dan Fatah.

Terkait era Yasser Arafat, pangeran Saudi mengatakan bahwa mantan Presiden PLO ingin mencapai kesepakatan di Camp David, tetapi terpaksa membatalkan rencana ini setelah mendapat ancaman dari seorang pemimpin Arab.

Pangeran Saudi menyatakan Yasser Arafat mengatakan kepadanya bahwa “dia akan setuju ke Camp David, jika bukan karena ancaman Hafez al-Assad kepadanya.”

Hafez Assad adalah Presiden Suriah dari 1971-2000. Ia mengkritik dan menangguhkan hubungan dengan Mesir setelah mantan Presiden Anwar Al-Sadat mencapai kesepakatan damai dengan Israel di Camp David pada 1978. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: