NewsTicker

Trump: Pemilu November “Lepas Kendali”

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden AS Donald Trump kembali menyuarakan tentang kemungkinan penipuan dalam pemilihan umum November mendatang, dengan mengatakan situasinya “di luar kendali” dan pemungutan suara telah “dicurangi.”

“Breaking News: 50.000 PEMILIH OHIO mendapatkan Balot Absensi Palsu. Lepas kendali. Pemilihan yang Dicurangi !!! ” Cuit Trump pada hari Jumat (09/10), beberapa hari setelah ia menolak berkomitmen untuk transfer kekuasaan secara damai jika nanti kalah dalam upayanya untuk terpilih kembali melawan Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat.

Minggu lalu, Trump men-tweet “Pemilihan yang dicurangi!” dan juga memposting video yang konon menunjukkan seorang pria yang tertangkap kamera sedang membayar tunai untuk membeli surat suara.

Trump telah berulang kali menyarakan pemungutan suara melalui surat, mengklaim bahwa surat suara yang masuk menyebabkan penipuan pemilih secara massal.

Baca: MEE: Negara-negara Teluk Akan Jadi Pecundang Terbesar Jika Trump Kalah Pemilu

Namun, karena pandemi virus corona, jutaan orang Amerika memilih untuk tidak memilih secara langsung.

Setidaknya di sembilan negara bagian, setiap pemilih yang terdaftar secara otomatis akan dikirimi aplikasi melalui email untuk meminta balot.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini bahwa kubunya pasti menang pemilu. Jika sampai kalah, maka terjadi kecurangan besar. Salah satu sumber kecurangan, menurut Trump, adalah perolehan suara via pos, yang banyak dilakukan para pendukung Joe Biden.

Demokrat dan Biden memang mendorong para pendukung mereka untuk memaksimalkan balot via pos, alih-alih datang ke tempat pemungutan suara. Pertimbangannya, kasus Covid-19 di AS masih meroket. Balot via pos bisa dilakukan beberapa pekan sebelum hari H pemilu, bergantung kebijakan negara bagian masing-masing.

Baca: Suriah Gelar Pemilu Parlemen yang Ke-3 sejak Pecah Perang 

”Anda tahu kan saya berulang-ulang mengeluhkan tentang balot (yang dikirim via pos, Red) dan balot-balot tersebut adalah bencana,” tegas Trump pada awak media seperti dikutip Agence France-Presse Rabu (23/09).

Trump memang kerap mengklaim pengiriman balot via pos rawan kecurangan. Namun, data berkata lain. Dalam sejarah pemilu AS, tidak pernah terjadi kecurangan masif di metode pemungutan suara tersebut.

Para ahli percaya bahwa dengan meningkatkan serangannya terhadap surat suara yang masuk, Trump sedang mempersiapkan dasar untuk mengklaim pemilihan sebagai “curang atau ” jika kalah dalam pemilihan, dan mendorong AS ke dalam kekacauan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: