NewsTicker

Dewan Kemanusiaan Yaman Desak Program Pangan Dunia Penuhi Janji

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Kepala Departemen Kerjasama Internasional di Dewan Tertinggi Urusan Kemanusiaan Yaman, Maneh Al Asal, pada hari Sabtu (10/10) menyerukan Program Pangan Dunia untuk mematuhi janjinya kepada rakyat Yaman dan bekerja untuk melaksanakan perjanjian yang telah mereka tandatangani dengan pihak pemerintah Sana’a.

Al-Asal mengatakan kepada kantor berita Yaman, Al-Masirah, bahwa Program Pangan Dunia telah secara signifikan mengurangi volume bantuannya selama tahun ini, sedangkan selama Januari 2020 program tersebut mengucurkan lebih dari 9 juta keranjang bantuan, pada bulan April tahun yang sama mereka mengurangi jumlah bantuan menjadi hanya 5 juta keranjang, sementara situasi di Yaman terus memburuk.

Ia menyatakan bahwa jumlah yang sangat besar dari sumbangan yang dideklarasikan secara internasional sebagai bantuan ke Yaman, justru habis digunakan untuk biaya operasional, operasi penyimpanan, dan lainnya.

Baca: Menolak Lupa! Ngerinya Pembantaian Saudi di Aula Pemakanan Yaman

Ia juga mengungkap bahwa seringkali makanan dan obat-obatan yang datang dari organisasi PBB sudah di ambang tanggal kedaluwarsa.

Al-Asal mengatakan bahwa Program Pangan Dunia masih belum melaksanakan kesepakatan mengenai pemberian bantuan tunai kepada keluarga yang tidak mampu, dan lambat dalam pelaksanaan kesepakatan yang ditandatangani dengan program tersebut, dan berbagai kendala selalu muncul dari pihak mereka dari waktu ke waktu.

Program tersebut menyerukan pelaksanaan kesepakatan dan pencairan dana bantuan dalam valuta asing sesuai dengan rencana yang disampaikan April lalu, sebesar 93 dolar per keluarga.

Baca: PM Yaman: Saudi-UEA “neo-Nazi” Zaman ini

Itu juga meminta program PBB itu untuk benar-benar bekerja demi kesejahteraan umat manusia agar benar-benar layak menyandang gelar penerima Hadiah Nobel Perdamaian yang dianugerahkan kepada mereka baru-baru ini.

Al-Asal juga memperbarui seruan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bekerja untuk mengakhiri blokade atas kapal yang membawa turunan minyak karena rakyat Yaman terpengaruh oleh masalah ini.

Ia mengatakan bahwa penahanan bahan bakar adalah salah satu dari rangkaian catatan kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Yaman dan yang berdampak negatif pada warga. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: